Untuk diketahui proses evakuasi untuk WNI ABK Diamond Princess dilakukan di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Lokasi yang sama dengan evakuasi WNI ABK World Dream. Evakuasi dilakukan dengan tujuan untuk menjalani proses observasi dari virus korona (Covid-19).
Sebelumnya 8 orang WNI ABK Diamond Princess telah dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Saat ini mereka tengah dirawat intensif oleh otoritas Jepang. Muhadjir menegaskan, WNI ABK Diamond Princess yang dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan sehat terbukti dengan adanya sertifikat sehat dari otoritas Jepang.
“Karena kalau dia tidak sehat tak boleh dievakuasi,” tegasnya.
“Namun demikian kita akan mencermati lagi dan harus dengan segala kehati-hatian. Maka nanti mereka akan dites ulang oleh pihak Kemenkes,” lanjut Muhadjir.
Agar proses evakuasi berjalan lancar, pemerintah mengutamakan kecermatan, kehati-hatian, dan keselamatan. Sehingga proses evakuasi akan ditangani dengan mengikuti prosedur kesehatan yang ada.
Muhadjir mengatakan agar proses evakuasi ini lancar perlu kerjasama semua pihak terkait yakni: TNI, Polri, Kemenkes, Kemenhub, Kemenlu, Kemendagri, PLN serta Pemda dan masyarakat Kabupaten Majalengka dan Indramayu.
“Mudah-mudahan semuanya lancar dan ini suatu kerja kita bersama-sama. Atas nama pemerintah saya ucapakan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi ini,” tutup Muhadjir. (*)