JAKARTA – Kapasitas sumber daya manusia merupakan unsur penting dalam perjalanan bangsa ke depan. Peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu program strategis pemerintah mendukung percepatan pembangunan Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai focal point pembangunan SDM penanggulangan bencana merespon salah satu kebijakan Presiden Joko Widodo ini, guna mewujudkan lembaga pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat yang cakap dalam menghadapi situasi negara yang berpotensi tinggi terhadap ancaman bencana. Pusat Pendidikan dan Pelatihan PB, BNPB pada tanggal 19 – 20 September 2019, menyelenggarakan Training Needs Assesment (TNA) Workshop atau dengan istilah sekarang Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) di Park Hotel Jakarta, sebagai langkah mempersiapkan personil berbasis kompetensi penanggulangan bencana. Penyelenggaraan TNA selama 2 hari diikuti sebanyak 30 peserta dari Pusdiklat PB dan internal unit BNPB lainnya ini, mendapatkan materi Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) dengan narasumber dari Lembaga Administrasi Negara RI.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Teknis dan Sosial Kultural ASN LAN RI, Caca Syahroni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebijakan pengembangan kompetensi ASN & AKPK berbasis aplikasi, merupakan strategi dalam menciptakan SMART ASN yang unggul dan kompetitif yang siap dalam menghadapi revolusi industri 4.0, seperti kecepatan dalam melayani masyarakat, yang menuntut inovasi dalam setiap perubahan.
Indonesia sebagai negara yang begitu banyak dianugerahi potensi ancaman bencana, perlu mempersiapkan personil yang tangguh bencana. Dimana indikator tangguh bencana harus dijabarkan melalui pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan dalam mewujudkan Indonesia tangguh bencana. Dalam sambutannya, Agus Wibowo, Kepala Pusdiklat PB mengatakan bahwa “TNA Workshop ini adalah implementasi dari hasil pelaksanaan Management of Training(MoT) Angkatan I secara non klasikal dan klasikal yang diselenggarakan oleh Pusbangkom PK ASN LAN RI yang telah diikuti pengelola Pusdiklat PB beberapa waktu lalu di LAN Jatinagor.
Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta workshop dapat menetapkan standar kebutuhan kompetensi PB sesuai kebutuhan organisasi yang akan ditindaklanjuti dengan kebutuhan pengembangan pelatihannya. Kegiatan Workshop TNA ini merupakan salah satu upaya menghasilkan personel penanggulangan bencana sebagai garda terdepan pengembangan sumber daya manusia, menuju kompetensi tangguh bencana untuk Indonesia Emas 2045. (*)