Krisis multidimensi yang dialami negeri ini haruslah segera diakhiri. Penerapan sistem kapitalisme demokrasi sudah ada diujung tanduk, publik sudah tidak percaya lagi kepada sistem ini. Rakyat inginkan sebuah sistem baru yang akan merubah semua harapan menjadi kenyataan. Itulah sistem Islam warisan Rasulullah Saw yang dengan nya keberkahan akan Allah SWT limpahkan dari langit dan bumi. Sebagaimana yang terjadi pada para pendahulu kita. Saat Islam diterapkan dengan menyeluruh di semua lini kehidupan.

Baca Juga  Headline Opini | Ade Yasin : Untuk Honorer K2

Islam menetapkan bahwa peran sentral pengaturan seluruh aspek kehidupan termasuk tata kelola pangan berada di tangan Negara. Sebab, negara adalah penanggung jawab utama dalam mengurusi hajat rakyat yaitu sebagai raain (pelayan/pengurus) dan junnah (pelindung).

Dengan kedua fungsi politik ini, maka seluruh rantai pasok pangan akan dikuasai negara. Meskipun swasta boleh memiliki usaha pertanian, namun penguasaan tetap di tangan negara dan tidak boleh dialihkan kepada korporasi. Negaralah yang menguasai produksi sebagai cadangan pangan negara. Lain halnya dengan kapitalisme yang membangun pertanian bukan untuk ketahanan pangan demi kemaslahatan rakyat namun untuk mengejar target ekonomi semata. Sehingga abai terhadap ketahanan pangan bagi rakyatnya sendiri.

Baca Juga  3 Faktor Penting Dalam Menghadapi Tantangan VUCA

Itulah sekilas paparan singkat bagaimana Islam mempunyai solusi terhadap ketersediaan pangan bagi warga negaranya melalui konsep ketahanan pangan yang efektif. Sudah saatnya kita memilih sistem Islam untuk menggantikan kapitalisme demokrasi yang terbukti tidak mampu mensejahterakan rakyat.

Wallahu a’lam bishshawab.