JAKARTA – Seiring dengan mewabahnya virus Corona atau Covid-19, informasi mengenai wabah Covid-19 telah memadati situs pemberitaan, dan juga di media sosial.
Berita positif seperti pasien yang berhasil sembuh, berkurangnya angka kematian, maraknya aksi donasi untuk menangani pandemi Covid-19 mungkin bisa membuat kita sedikit bernapas lega.
Namun bagaimana dengan berita negatif, seperti kabar tenaga medis yang sakit, dan jumlah pasien bertambah? Pernahkah merasa tiba-tiba tubuh tidak enak badan setelah membaca berita tersebut?
Kondisi ini dimaklumi betul oleh Psikiater dari Klinik Psikosomatik RS Omni, Tangerang, dr. Andri, SpKJ, FACLP. Menurut Andri, semua informasi terkait virus corona yang berseliweran di sejumlah media, lalu dikonsumsi oleh publik, berpotensi memunculkan reaksi psikosomatik tubuh.
Andri menjabarkan seperti apa reaksi psikosomatika yang bisa dialami seseorang di tengah pandemi virus corona yang masih berlangsung saat ini. Seperti yang dipaparkan Andri, reaksi yang timbul ternyata berdampak langsung pada kesehatan fisik seseorang.
“Masa saat ini, ketika kita membaca berita atau cerita tentang gejala virus corona atau COVID-19, dan tiba-tiba kita merasa tenggorokan kita agak gatal, nyeri dan merasa agak meriang walaupun suhu tubuh normal. Itu wajar,” tulis Andri, melalui status di akun Twitter @mbahndi, Ahad (22/3/2020). “Reaksi psikosomatik tubuh saat ini memang terasa.”
Lebih jauh, Andri menjelaskan bahwa salah satu penyebab dari timbulnya reaksi psikosomatik adalah kecemasan yang dipicu oleh pola konsumsi masyarakat terhadap berita-berita terkait virus Covid-19 yang terjadi terus-menerus.