BATAM – Kebakaran hutan yang melanda Provinsi Riau dan sebagian Kalimantan mengakibatkan kualitas udara di tiap provinsi masuk di kategori berbahaya. Dampak dari kebakaran hutan ini juga menyebar hingga ke Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Kabut asap membuat masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Batam, dianjurkan untuk menggunakan masker. Merespons kondisi ini, ACT Kepulauan Riau bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) membagikan 1.000 masker untuk masyarakat Kota Batam. Pembagian masker berlangsung di dua titik, yakni SDIT Mahabatul Haq Batam dan kawasan Simpang Frengky Batam Center.
Khairul Hafiz dari Tim Program ACT Kepri mengatakan, pembagian masker kala itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Batam. “Lewat kegiatan ini, kami juga mengedukasi warga bahwa kualitas udara kita saat ini sedang tidak sehat, sehingga penggunaan masker amat diperlukan,” kata Khairul.
Selain pembagian masker, tim ACT dan MRI kepri juga menggalang dana untuk membantu warga terdampak kabut asap di Riau dan Kalimantan. Kegiatan tersebut terlaksana atas kerja sama dengan KAMMI Kota Batam dan komunitas Relawan Mahasiswa Politeknik Negeri Batam.
Saiful, warga Batam yang menerima masker kala itu, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian ACT kepada masyarakat. “Terima kasih banyak sudah ikut peduli, dampak yang kita rasakan saat ini juga cukup buruk. Kita doakan juga untuk saudara-saudara kita di Riau dan Kalimantan agar diberi kesabaran ya,” ungkap Saiful.
Aksi Cepat Tanggap terus memberikan dukungan untuk masyarakat tertimpa bencana dan mengajak masyarakat luas untuk ikut andil menyerukan tagar #BantuMerekaBernapas. Hingga kini, ACT telah menerjunkan tim tanggap darurat untuk membantu pemadaman api di sejumlah titik panas, sebagai respons terhadap. Tidak hanya itu, tim medis juga diterjunkan untuk memeriksa kesehatan masyarakat terdampak.
[news.act.id]