“Silakan keluar tol, di sana ada wisata kuliner di jalan kabupaten, dan bisa kembali lagi tanpa biaya tambahan. Itu akan memudahkan pemudik tanpa beban tol,” tambahnya.

Selain pengelolaan rest area, Polri juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran arus mudik. Jalur-jalur rawan kemacetan telah dipetakan, termasuk titik-titik trouble spot yang berpotensi mengalami perlambatan.

Baca Juga  Headline Nasional | Ribuan Masyarakat Sambut dan Padati Pemakaman Pembalap Muda Bertalenta Afridza Syah

Dalam Operasi Ketupat 2025, Polri akan mengoptimalkan skenario one-way dan contra-flow di jalan tol untuk mengatasi lonjakan kendaraan.

Sementara di sektor penyeberangan, sistem baru di Pelabuhan Merak dan Bakauheni diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan, terutama sepeda motor yang akan dialihkan ke jalur khusus. Jika terjadi antrean panjang, sistem buffer zone dan delaying system juga akan diterapkan.

Baca Juga  Headline News | Panglima TNI Ajukan Kenaikan Pangkat 53 Prajurit KRI Nanggala-402

Kakorlantas Polri juga mengimbau agar masyarakat menghindari penggunaan sepeda motor untuk perjalanan mudik, mengingat tingginya angka kecelakaan kendaraan roda dua pada tahun sebelumnya.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi tahun 2024, kecelakaan paling banyak melibatkan kendaraan roda dua. Oleh sebab itu, setiap Polres akan menyediakan pos pelayanan di sepanjang jalur mudik untuk melayani dengan sepenuh hati,” jelasnya.