JAKARTA – Dalam acara rapat koordinasi dengan MUI Sulawesi Utara dan MUI Minahasa, Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI menyampaikan keberatan terkait pendirian museum holocaust di Tondano Minahasa.

“Dari sudut edukasi, museum tersebut dapat menjadi diplomasi kultural bagi kepentingan Zionisme Israel. Dari segi edukasi, sejarah Indonesia lebih butuh terkait nasionalisme, patriotisme, dan peran Islam dalam perjuangan bangsa dan pendidikan keagamaan yang wasathiyah, bukan terkait holocaust,” tegas Ketua Bidang HLNKI MUI Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Sudarnoto, Rabu (9/2)

Selain itu, pihak MUI Sulut menyatakan bahwa museum itu didirikan dengan tujuan pribadi, tidak mendapatkan izin resmi dari pemerintah setempat, dan tidak sesuai dengan semangat konstitusi Indonesia yang anti-penjajahan.

Baca Juga  Irwasum: Polri Siap Diawasi, Terbuka Untuk Kritik Dari Masyarakat

“Museum tersebut tidak relevan sebab isu holocaust itu isu bagi umat Yahudi, bukan isu Indonesia. Museum itu dapat mengusik perdamaian, dan dari segi keadilan juga jelas tidak adil sebab menonjolkan kesengsaraan Yahudi tapi tidak tentang kesengsaraan Palestina,” Demikian kata Ketua Komisi HLNKI MUI Pusat Dubes Bunyan Saptomo.

Masukan dan pendalaman rapat koordinasi ini akan menjadi masukan yang disampaikan kepada Dewan Pimpinan MUI untuk menyampaikan pandangannya secara resmi. (*)