KABUPATEN BOGOR – Nasib pengungsi korban bencana alam di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menunggu hasil analisis BMKG. Tercatat, jumlah pengungsi di sembilan Desa ada 1.469 KK dengan total 4.646 jiwa. Korban penghungsi bencana alam longsor masih bertahan di empat pengungsian. (8/1)

Camat Nanggung, Ae Saepuloh mengatakan, bencana alam tanah longsor yang terjadi pada Rabu (1/1) menyebabkan sembilan Desa yang terdampak, dengan ke kondisi kerusakan yang beragam. Dengan mengunakan alat berat, secara bertahap akses jalan yang terputus di empat desa yakni Desa Malasari, Cisarua Curug Bitung, dan Pakal Jaya saat ini sudah bisa di lalui.

“Sedangkan akses Jalan Teluk Waru- Malasari masih di lakukan evakuasi. Namun, bisa melalui jalan alternatif
lewat Kampung Citumbuk Parigi,” ujarnya.

Baca Juga  Headline Nasional | Kebutuhan Dalam Negeri Belum Terpenuhi, Indonesia Mestinya Tak Ekspor APD

Untuk warga yang mengungsi, ada empat desa yakni Desa PakalJaya, Cisarua, Nanggung dan Malasari, rata- rata mereka mengungsi di sebabkan kondisi rumah rusak dan di khawatirkan terjadi longsor susulan.Tempat pengungsian korban bencana alam empat titik yakni Kampung Sirangap dan Kampung Ranca Bakti Desa Nanggung, Kampung Parigi Desa Cisarua, Kantor Desa Pangkal Jaya.

“Total pengungsi ada 1.469 KK dengan total 4.646 jiwa. Sampai kapan mereka mengungsi, kita masih menunggu hasil asesmen dari BMKG, terkait lahan warga yang terdampak gempa, apakah rumah warga yang terdampak harus di relokasi atau kembali di tempati,” ungkapnya

Baca Juga  BNN, FKMB & LBH Pilar Nusa Nyatakan Perang Terhadap Narkoba | Headline Bogor

Kapolsek Nanggung, AKP Asep menambahkan, bantuan untuk korban bencana alam longsor untuk tujuh Desa di Kecamatan Nanggung, terus berdatangan ke Posko Bencana. Setiap bantuan yang masuk di data dan terpokuskan di satu titik sehingga penyaluran logisitik bagi korban bencana merata.

“Bantuan logisitik di kordinir oleh pihak Desa. Nantinya, pihak Desa yang mengambil bantuan logistik ke Posko bencana karena yang mengetahui kebutuhan di setiap wilayah Desa,” tukasnya.

(Agil)