
KOTA BOGOR – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) Ke 537, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menggelar Pesta Rakyat “Serbu Kuliner”. (Rabu, 12 Juni 2019).
Dari flyer yang tersebar via layanan pesan dan media sosial dalam gelaran pesta rakyat tersebut, panitia menyediakan makanan khas Bogor, seperti Siomay, Toge Goreng, Batagor, Soto Mie, Laksa, Gado – gado, Lontong Sayur, Mie Ayam, Bakso, serta minuman Es Doger, Es Dawet, Sop Buah dan Es Puter.

Sejak pagi hari masyarakat sudah memenuhi area gelaran acara, namun dari 11 stand yang ada namun hanya beberapa saja yang telah terisi, dan penuh sesak dengan antriam masyarakat.
“Kami datang dari tadi sekitar jam 9 an, tapi dari semua stand yang ada hanya beberapa saja yang ada, yahhh kami kecewa, ” ujar salah satu pengunjung.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Anggaran Sekrerariat DPRD Kota Bogor, Tri Irianto mengatakan, pihaknya hanya menyediakan tempat dan stand dan untuk isi stand di luar tanggung jawabnya.

“Kami disini hanya menyediakan tempat dan standnya saja, untuk makanannya itu merupakan tanggung jawab PHRI, dan sebagai solusi kamj memanggil pedagang di sekitaran gedung DPRD ini, untuk pengunjung dan ini gratis,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor dr. Yuno Abeta Lahay menuturkan, dalam kejadian tersebut merupakan salah koordinasi dalam penentuan waktu kegiatan, menurutnya sesuai dengan hasil rapat terakhir posisi makan untuk kegiatan tersebut ada di waktu makan siang.

“Dalam kegiatan ini, kami berniat baik ingin berpartisipasi dalam helaran HJB, dan di rapat terakhir semua sepakat untuk jam makan ada di jam makan siang, karena dari teman – teman hotel mempertimbangkan kualitas, tidak mungkin makanan dimakan siang kami mempersiapkan di pagi hari, apalagi ini makanan tradisional yang ada bumbu kacangnya,” tuturnya.
Dalam hal adanya penyebaran flyer kegiatan yang mencantumkan waktu pagi (09.00 WIB-red) dirinya sudah minta dikoreksi agar dimundurkan pada jam 11 siang.
“Dan umtuk blash messege yang beredar di whatsapp – whatsapp dan media sosial saya sudah meminta untuk dikoreksi menjadi jam 11, dan dipastikan aman jika waktu tersebut, namun ini sebagai pembelajaran, diacara sebesar ini dan serba dadakan pasti ada sesuatu, dan kami pun diminta bantuannya dadakan,” tandasnya. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !