Permasalahannya, lanjut Eddy Satria terkait penanggulangan bencana di Indonesia masih cukup kompleks, mulai dari belum akuratnya prediksi dan informasi bencana yang sedang atau akan terjadi. Namun hal ini dapat diatasi melalui pemanfaatan Palapa Ring yang telah beroperasi dan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Ini akan banyak manfaatnya bagi Kota Padang yang rawan terjadi gempa. Bagaimana memaksimalkan pemanfaatan infrakstruktur yang sudah dibangun, sampai ke tahap menjadi tulang punggung sistem internet, hingga pengguna, khususnya terhadap kebecanaan dengan memanfaatkan teknologi untuk mempercepat penanganan kebencanaan, khususnya mitigasi bencana hingga pasca pencana.
Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Bambang Surya Putra dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa strategi BNPB dalam mengurangi dampak yang timbul pasca kejadian bencana dengan memanfaatkan Palapa Ring, rencana BNPB menggunakan Palapa Ring pada tahun 2020. Selain itu Bambang Surya Putra juga memaparkan trend kejadian bencana, kurun waktu tahun 2008 – 2019.
“Banyak akses terputus ketika terjadi bencana, baik jaringan listrik maupun komunikasi, banyak BTS mati, sehingga informasi menjadi susah. Kita mengalami kesulitan untuk memberikan informasi ke lapangan atau sebaliknya, sulit minta bantuan, dan dampak bencana akan semakin parah,”jelas Direktur Kesiapsiagaan BNPB.
Hingga 28 Oktober 2019, lanjut Bambang Surya Putra, telah terjadi sebanyak 2.996 kejadian bencana, banyak teknologi kebencanaan yang bisa diujicobakan, disamping itu juga disampaikan 6 (enam) arahan Presiden Joko Widodo pada Rakornas Penanggulangan Bencana di Surabaya pada 02 Februari 2019, sebagai acuan untuk mengkonsolidasikan dengan berbagai pihak dalam kegiatan penanggulangan bencana. Keberadaan Palapa Ring, BTS, internet, satelit akan menjadi focus utama Kementerian Kominfo dalam rangka mendukung visi presiden 2020 – 2024.