Berdasar kajian IIGF Institute, dampak ekonomi dan sosial Palapa Ring, akan terjadi peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di wilayah layanan Palapa Ring antara 4,5 persen sampai dengan 6,4 persen dalam waktu 10 tahun, dengan ketersediaan pita lebar sebanyak 2,5 juta pengguna pada tahun 2028.
Palapa Ring diperkirakan akan menciptakan 200 ribu pekerjaan dalam waktu 10 tahun, percepatan ekspansi jangkauan pasar di sektor ritel dan pelayanan serta efisiensi sektor manufaktur dan industry. Akses internet cepat juga akan mengakselerasi digitalisasi di sektor pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan sosial, termasuk jaminan sosial. Satelit Republik Indonesia (SATRIA), untuk sektor: Pendidikan, Pemda, Hankam, Kesehatan akan di luncurkan pada tahun 2020.
Palapa Ring Non KPBU sebagaimana disampaikan Edwin Aristiawan, Direktur Wholesale & International Service Telkom, untuk mendukung mitigasi bencana di Indonesia. Capaian Telkom Palapa Ring, dari 514 Ibukota Kabupaten Kota (IKK), sudah dibangun 457 IKK, dan oleh pemerintah dibangun 57 IKK.
Yang perlu diperhatikan dalam hal ini, bahwa sebagian besar kabel IKK dibangun di darat. Hanya 10 ruas di bawah laut, kebutuhan implementasi CBT terhadap Palapa Ring Non KPBU dapat memanfaatkan 10 ruas kabel laut yang tersedia, perlu dilakukan assessment lokasi titik implementasi CBT dalam ruas kabel. Implementasi CBT menggunakan jaringan kabel laut baru dapat memanfaatkan titik landing (BMH), ada 89 titik landing (BMH) Palapa Ring Non KPBU di 28 Provinsi di Indonesia.
Acara FGD, Pemanfaatan Palapa Ring Untuk Mendukung Mitigasi Bencana di Indonesia ini, dibuka oleh Walikota Padang, dalam hal ini di wakili oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Kota Padang, Drs.Didi Aryadi.