KOTA BOGOR – Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) gelar diskusi publik tentang masalah perlindungan anak dari serbuan rokok. Diskusi yang di adakan diberbagai kota di Indonesia ini bertujuan untuk menampung aspirasi serta hasil kajian disetiap kotanya untuk dapat diserahkan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).
Kegiatan yang dihadiri oleh Organisasi Kepemudaan (OKP), BEM Universitas Se-Bogor, serta pelajar. Menghadirkan narasumber Lenny Rosalin, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Bambang Priyono, Executive Directir of No Tobacco Community (NOTC), dan Prof. Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.
Seperti diketahui tentang bahaya dari rokok untuk kesehatan, karena dapat menyebabkan kanker dan serangan jantung. Seiring dengan riset yang sering dilakukan terkait dampak negatif dari merokok, ditemukan fakta baru bahwa rokok juga ikut berkontribusi terhadap kemiskinan Indonesia.
World Health Organization (WHO) memperkirakan perokok di Indonesia sebesar 39% pada tahun 2015. Perokok anak di Indonesia pun ikut menunjukan kecenderungan yang terus meningkat tiap tahunnya.

Hingga tahun 2016 tercatat 75,5% perokok mulai merokok sebelum usia 19 tahun, dengan jumlah mencapai 16,4 juta yang di dominasi kelompok usia 15-19 tahun. Saat memberikan keterangan kepada awak media di Hotel Lobby Grand Savero Bogor, Tari Soebagio Menayang, selaku Project Directior Komnas Pengendalian Tembakau, menuturkan peningkatan perokok di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan berdominan pada anak dibawah umur yang perlu di sikapi bersama dengan menaikan pajak cukai terhadap tembakau salah satunya.
“Tiap tahun konsumsi rokok terus meningkat, ditambah lagi dominannya anak dibawah umur. Perlu upaya untuk dapat menaikan pajak cukai terhadap tembakau agar harganya mahal sehingga tidak akan mampu membeli rokok,” tuturnya (6 Agustus 2018).
Komnas PT pun berupaya memberikan rekomendasi dengan mendorong agar harga rokok menjadi mahal. Serta menunggu respons dari Kementerian Keuangan agar bisa menaikan cukai dibidang tembakau.
“Kami berupaya memberikan rekomendasi kepada KemenKeu untuk dapat merevisi UU Cukai dengan menaikan harga cukai tembakau sehingga harga rokok pun menjadi mahal,” tambahnya.
Blade