KABUPATEN BOGOR – Kepala BNPB memerintahkan tim BNPB untuk melakukan pemetaan rehabilitasi lahan-lahan yang longsor di Kabupaten Bogor akibat banjir bandang pekan lalu. Tim langsung melakukan inspeksi melalui udara dengan helikopter dan tim darat, melaksanakan pengukuran titik sasaran.

Tinjauan yang berhasil dipantau ada beberapa titik longsor di Desa Sipayung, Desa Harkatjaya, Desa Kiara Pandak dan Desa Urug. Sedangkan untuk Desa Sukajaya yang terdampak parah ditunda, karena cuaca buruk dan jarak pandang minim, pemetaan akan dilanjutkan saat cuaca baik. Selain itu, BNPB dan BIG juga akan memperkuat pemetaan dengan analisis spasial dan foto udara dengan drone.

Baca Juga  Headline Nasional | Berikan Nilai Tambah Yang Berorientasi Pada Masa Depan, Holcim Berganti Menjadi Dynamix

Tim BNPB yang memantau dari udara terdiri dari dua staf ahli Kepala BNPB yaitu Mayjen TNI (Purn) Komaruddin dan Mayjen TNI (Purn) Amrin, beserta Kalaksa BPBD Kab. Bogor Yani Hasan dan Kasiter Korem 061/SK Letkol. Asep Muspida, Kasubdit Dukungan Pengerahan Logistik dan Peralatan BNPB Luqmanul Hakim, dan Een Irawan Putra. Rombongan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma (11/1).

Pemetaan dilakukan untuk analisa dan menyiapkan langkah-langkah yang akan diambil untuk segera merehabilitasi lahan-lahan yang longsor. Sesuai arahan Presiden RI kepada Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo untuk menanam vetiver untuk mencegah terjadinya longsor.

Baca Juga  Temukan Bukti Permulaan, KPK Kembali Tetapkan Tersangka Baru Kasus KTP-e

Langkah awal Kepala BNPB adalah memperbaiki ekosistem hulu dan kawasan hutan yang ada agar segera pulih. Melakukan penanaman dengan tiga karakter tanaman, yaitu vetiver sebagai pengikat tanah untuk jangka pendek, tanaman keras khas Jawa Barat yang memiliki nilai ekologis untuk pengembalian fungsi kawasan hutan dan buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis.