JAKARTA – Menyikapi banjir yang terjadi di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Lawe Alas, fungsi konservasi wilayah sepanjang hulu hingga hilir perlu mendapatkan perhatian serius. Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo dalam rapat koordinasi DAS Lawe Alas yang diselenggarakan di Graha BNPB, Jakarta Timur, pada Kamis (27/2).

Doni menambahkan bahwa kawasan sekitar DAS mengalami degradasi karena beberapa faktor. Faktor tersebut sangat berkaitan dengan penebangan liar, eksploitasi alam dengan penambangan mineral hingga alih fungsi kawasan. Melihat dampak yang terjadi, Doni menawarkan upaya pencegahan, khususnya ancaman bahaya banjir. Menurutnya, solusi yang dapat dilakukan yaitu mengembalikan fungsi konservasi kawasan sekitar DAS Lawe Alas.

Baca Juga  Headline Bogor | Pemilihan Ketua Askab PSSI Kabupaten Bogor Harus Bebas Politik Praktis

“Saya melihat Gayo Lues hingga Aceh Tenggara terjadi perubahan vegetasi, kita dapat melihat wilayah itu didominasi oleh pertanian dan perkebunan,” ujar Doni di hadapan perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi Aceh dan mitra terkait lain, baik di tingkat pusat dan provinsi.

Doni juga menyampaikan pengalaman pada 2011 lalu ketika menyusuri rute dari kawasan Danau Toba, Kutacane hingga Takengon.

Baca Juga  Headline Yogya | ACT DIY dan Korem/072 Pamungkas Menggelar Gathering 'Menyatukan Indonesia Dengan Kepedulian'

“Saya melihat betapa Sungai Alas mengalami perubahan fisik, timbul sedimentasi,” kata Doni.

Doni mengingatkan bahwa potensi bencana banjir dapat terjadi karena daya serap kawasan yang berkurang apabila intensitas hujan mencapai titik tertinggi.