
SUMEDANG – Pengancaman penusukan yang menimpa dua korban penumpang angkot yang dilakukan oleh seorang begal wanita, mengakibatkan korban terluka parah.
Diketahui, pelaku mengancam korban dengan menggunakan satu buah bilah pisau kecil yang ditodongkan kepada korban. Dan salah satu korban wanita sedang mengandung 7 Bulan.
Dua korban tersebut itu melompat dari angkutan umum di sekitar Jalan Bandung Cirebon, Tanjungsari, Sumedang. Setelah menjalani perawatan Intensif di rumah sakit, Korban berinisial Rika yang merupakan ibu dari dua orang anak. Sementara korban lain bernama Lisnawati sedang kritis.
Kapolsek Tanjungsari Kompol Ahmad Nurzaman menyatakan telah terjadi salah persepsi terkait adanya peristiwa dua korban terluka di depan SMAN 1 tersebut.
Ahmad memberitahukan dari hasil olah TKP, yang sebenarnya terjadi adalah peristiwa pengancaman dengan senjata tajam, bukan penusukan melainkan pengancaman menggunakan sejata tajam.
“Bukan kasus penusukan, tapi pengancaman menggunakan senjata tajam,” terangnya saat dikonfirmasi pada Kamis.
Kronologis kejadian menurut keterangan dari Kapolsek, bermula saat seorang wanita tiba-tiba mengancam penumpang angkot dengan membawa senjata tajam di depan SMAN 1 Tanjungsari.
Ketika wanita itu melakukan ancaman, dua orang ibu-ibu panik dan meloncat keluar dari dalam angkot sehingga mengalami luka berat akibat terjatuh.
“Ada dua korban,” kata dia.
Ahmad menambahkan, pelaku pengancaman sudah diamankan ke Polsek. Sedangkan dua korban luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit.
“Untuk korban yang loncat dari angkot sedang dalam perawatan medis di RSUD Sumedang,” ujar dia.
(Tiara)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !