Kamaruddin menambahkan, ada banyak cara memperingati Isra Mi’raj, tidak harus dilakukan dalam bentuk seremonial. Terlebih, kondisi saat ini juga menuntut komitmen semua pihak untuk sedapat mungkin menghindari adanya kerumunan massa.

“Salah satu hikmah Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Dan hikmah dari ibadah shalat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. Mari tingkatkan kualitas shalat kita agar berdampak pada kesalihan personal dan sosial,” tutur Kamaruddin.

Baca Juga  Darurat Judi Online, Sahroni Minta Pemberantasan Hingga Beking

“Salah satunya, peduli pada sesama dengan sementara waktu menghindari kegiatan yang mengumpulkan massa dan berpotensi menjadi media penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini mengangkat tema “Merajut Ukhuwah dan Kerukunan Umat”. Rencana awalnya, akan hadir sebagai penceramah KH. Ahmad Sadeli Karim, Lc (Ketua Umum Mathla’ul Anwar). Pembacaan do’a akan dipimpin oleh Habib Salim Salahuddin bin Salim bin Ahmad bin Jindan.

Baca Juga  Presiden Lantik Syafruddin Sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi | Headline Bogor

“Kami minta maaf atas pembatalan acara ini,” tandasnya. (*)