
Budi berharap dengan gelaran ini mampu mengikis budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran, seperti perayaan Valentine yang tentu akan menggerus kelestarian budaya asli Indonesia.
“Lebih baik menyaksikan seni wayang golek dari pada merayakan perayaan Valentine, ” tambahnya.
Hal senada diungkapkan Ketua KCD Provinsi Jawa Barat, Dadang Sufiyan mengatakan, untuk pertama kalinya ia mendatangi SMK Pesona Dywantara dan mengadakan gelaran seni wayang golek yang merupakan salah satu kegiatan pendidikan karakter siswa di era abad 21.
“Seni wayang golek salah satu wujud pendidikan karakter karena didalamnya terdapat pendidikan karakter soal di siplin, suportitas, justru saya nunggu wayang golek nya,” Pungkasnya.
(Agil)
Halaman