KOTA BOGOR – Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Wakil Kepala Polda Jawa Barat, Brigadir Jenderal Polisi Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut di Alun-Alun Kota Bogor pada Rabu (11/3). Program yang digagas oleh Polresta Bogor Kota itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan warga memadati area Alun-Alun Kota Bogor sejak pagi. Mereka membawa kupon antrean untuk memperoleh paket sembako yang dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Dalam program Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat cukup membayar Rp100.000 untuk satu paket kebutuhan pokok yang nilai totalnya mencapai Rp215.700. Dengan demikian, subsidi yang diberikan dalam program tersebut mencapai lebih dari 50 persen.
Paket pangan murah yang disediakan terdiri dari tujuh jenis bahan pokok, yakni beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, telur ayam seperempat kilogram, daging sapi seperempat kilogram, daging ayam 1 kilogram, serta cabai rawit 100 gram.
Wakapolda Jabar Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, khususnya selama Ramadan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut dilakukan secara terintegrasi di berbagai wilayah. Setelah meninjau lokasi kegiatan, Wakapolda Jabar juga melakukan video konferensi dengan tujuh Polres dan Polresta jajaran di Jawa Barat guna memastikan program GPM berjalan lancar di masing-masing wilayah hukum.
Program pasar murah ini juga mendapat respons positif dari warga. Ibu Tetty, warga Kelurahan Cilendek Barat, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut karena selisih harga yang cukup besar dibandingkan harga di pasar.
“Sangat bersyukur ada acara seperti ini. Harganya jauh sekali kalau dibanding pasar, cuma bayar 100 ribu sudah dapat daging dan beras juga,” kata Tetty sumringah. (DR)