YOGYAKARTA – Sebanyak 30 perwakilan usaha mikro menerima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro dari Presiden Joko Widodo. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa, pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia ini berdampak pada sektor kehidupan, tak hanya kesehatan, namun juga terhadap aktivitas perekonomian.

“Kondisi sulit seperti ini dialami tidak hanya negara kita, tapi juga dialami oleh 215 negara di dunia. Negara yang kaya dan besar, kena. Negara yang sedang di tengah, juga kena. Negara yang miskin juga kena. Negara kecil juga kena. Semuanya kena,” ujar Presiden Joko Widodo.

Baca Juga  Jelang Pemilu Tahun 2024, Polri Berencana Bentuk Satgas Anti Politik Uang

Dalam kondisi tersebut, banyak pelaku usaha yang salah satunya berasal dari usaha mikro dan kecil yang amat terpukul oleh dampak yang ditimbulkan oleh pandemi. Kepala Negara mencermati kondisi dan keluhan-keluhan tersebut sehingga mengeluarkan bantuan khusus berupa modal kerja yang dapat digunakan mereka untuk tetap menjalankan usahanya.

“Pemerintah, karena pandemi Covid ini, telah mengeluarkan semua jurus. Ada yang namanya BLT Desa, bansos tunai, subsidi listrik digratiskan untuk pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen untuk 900 VA, bantuan sembako, subsidi bunga, kemarin kita keluarkan subsidi gaji. Sekarang kita berikan yang namanya Banpres Produktif Usaha Mikro,” tuturnya.

Baca Juga  Telkomsel Luncurkan Paket Komunikasi Bagi Mitra Gojek di Seluruh Indonesia | Headline Bogor

Melalui bantuan tersebut, para pelaku usaha mikro dan kecil akan menerima bantuan untuk dipergunakan sebagai modal kerja sebesar Rp2,4 juta. Program bantuan ini akan terus diberikan kepada total 12 juta orang pelaku usaha mikro dan kecil hingga nanti di bulan September.