KOTA BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak mengunjungi ke salah satu apotek di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/7) Sore. Disana, Presiden menanyakan beberapa jenis obat. Namun, stok ketersediaan obat yang ingin dibelinya banyak yang kosong.

Pantauan headlinebogor.com, tanpa pengawalan yang ketat dengan mengenakan setelan khas putih hitam, kepala negara itu turun dari mobil dan langsung menghampiri pegawai apotek untuk memesan obat. Presiden tampak membaca secarik kertas yang bertuliskan nama-nama obat terapi Covid-19.

“Saya mau ini, apa, mau cari obat antivirus yang Oseltamivir,” kata Jokowi.

“Oseltamivir sudah kosong, Pak,” jawab pegawai apotek.

Mendengar jawaban itu, dengan raut wajah kaget, Presiden kembali bertanya. ‘Bagaimana cara untuk mendapatkan obat tersebut?’

“Sudah berapa hari enggak ada Oseltamivirnya?,” tanya Jokowi.

“Oseltamivir itu, kalau yang generik, sudah lama, Pak. Kemarin itu masih ada merek Drufir. Itu patennya. Tapi, sekarang juga sudah kosong,” papar sang pegawai.

Baca Juga  Headline Nasional | Anggota DPR Sebut Perppu No. 1 Tahun 2020 Berpotensi Melanggar Konstitusi

Presiden kembali bertanya ketersediaan obat Favipiravir. Namun, stok obat tersebut pun juga kosong. Mantan Wali Kota Solo itu pun kembalii pasang raut wajah tercengang.

Tak sampai disitu, Presiden menanyakan ketersediaan vitamin D3. Namun, ternyata ketersediaan jenis vitamin tersebut tidak lengkap.

“Vitamin D3 yang 1.000 ada. Yang 5.000 juga sudah tidak ada. Kita sudah pesan barang, barangnya sudah tidak dapat lagi pak,” beber pegawai apotek tersebut.

“Kalau suplemen multivitamin yang Becom-zet?,” tanya Jokowi.

“Becom-zet juga sudah lama kosong,” jawab pegawai tersebut.

“Penggantinya apa kalau ini,” tanya Jokowi lagi.

“Becom-zet biasanya kita tawarkan diganti megative,” jawab pegawai apotek.

Setelah meninggalkan apotek, Presiden langsung menelepon Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk menyampaikan keluhannya.

“Pak, ini saya cek ke apotek di Bogor. Saya cari obat antivirus Oseltamivir, enggak ada. Cari lagi, obat antivirus yang Favipiravir juga enggak ada, kosong. Saya cari yang antibiotik, Azithromycin, juga enggak ada,” ungkap Presiden kepada Menkes.

Baca Juga  Puncak HUT Ke-79 TNI Berlangsung Megah, Panglima TNI: Terima Kasih Rakyat Indonesia

Setelah melakukan pengecekan, Menkes pun memberikan data terkait stok obat-obatan yang dicari Presiden tersebut di sejumlah apotek lain di Kota Bogor.

“Itu ada data online yang ada di rumah sakit, nah itu bisa dilihat by kota segala macam, berikut apoteknya, Kimia Farma, Century, Guardian, K24,” jelas Menkes di ujung telepon.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah meluncurkan situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ untuk memudahkan masyarakat mengecek ketersediaan obat dan vitamin, terutama bagi pasien Covid-19. Situs tersebut mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden menyarankan kepada masyarakat yang membutuhkan obat dan vitamin tersebut untuk mengecek terlebih dahulu di https://farmaplus.kemkes.go.id/

“Anda bisa mengecek ketersediaan obat dan vitamin itu melalui situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ yang sekarang mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia,” ucap Presiden Jokowi dalam laman Instagram @jokowi

(Ifan)