
Selain orasi-orasi penyampaian sikap dari masing-masing ormas, aksi juga diwarnai dengan penggalangan donasi kepedulian yang hasilnya akan disalurkan kepada muslim India yang tengah didera konflik horisontal tersebut
Adapun organisasi dan komunitas yang hadir pada aksi ini adalah, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Rumah Zakat, Syam Organizer, Jamaah Salahuddin UGM, FSLDK Yogyakarta, Front Jihad Islam, Duta Palestina, IKADI DIY, Komunitas Pelajar Peduli (KPP), Yuk Ngaji, Yuk Peka, Aman Palestin, dan Salimah.
Seperti yang dikabarkan, kerusuhan yang terjadi di New Delhi, India merupakan imbas dari disahkannya UU Anti Muslim oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang kemudian mendapat penolakan keras dari umat muslim di India.
Penolakan terhadap UU tersebut di ungkapkan dalam bentuk demonstrasi, di lain sisi masyarakat India yang mayoritas Hindu juga melakukan demonstasi mendukung UU tersebut, “Rabu (26/2) lalu demonstrasi memuncak dan kerusuhan tidak bisa dihindarkan, sehingga banyak terjadi penganiyaan terhadap muslim di India yang statusnya adalah minoritas,” tutup Noufal.
(Nasrudin)