“Saya sangat menyayangkan sikap Lurah yang pasif. Dana Kelurahan (Dankel) yang seharusnya bisa menstimulasi kegiatan kepemudaan dan UMKM, realisasinya tidak jelas dan tidak tepat sasaran. Ketika dikritik, bukannya memperbaiki diri, malah terkesan resisten,” ujar Toni.
Lebih lanjut, Toni mendesak Camat Bogor Tengah dan Wali Kota Bogor agar tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Lurah Kebon Kelapa, bahkan membuka opsi penyegaran jabatan melalui mutasi apabila terbukti tidak mampu mengejar ketertinggalan target di sisa waktu yang ada.
Ia menegaskan, wilayah sentral seperti Kebon Kelapa membutuhkan figur pemimpin yang kompeten dan responsif. Apabila dalam waktu dekat tidak terlihat perbaikan kinerja, HPPMI Kota Bogor menyatakan siap mengambil langkah lanjutan, termasuk aksi turun ke jalan untuk menuntut evaluasi jabatan lurah.
Kritik keras dari elemen pemuda ini menambah daftar pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bogor dalam membenahi tata kelola birokrasi di tingkat kelurahan agar lebih responsif, inovatif, dan berorientasi pada prestasi pelayanan publik. (DR)