JAKARTA – Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dan II yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi sorotan publik, karena ditenggarai tidak mencantumkan pahlawan nasional yang juga Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari.

Menanggapi polemik tersebut, Anggota DPD RI, Fahira Idris meminta Kemendikbud me-review total semua jilid Kamus Sejarah Indonesia

“Tidak boleh ada kekeliruan, disinformasi, apalagi sampai ada tokoh yang tertinggal. Kamus sejarah bangsa ini harus sempurna agar jadi inspirasi bagi generasi muda,” tegas Senator asal Provinsi DKI Jakarta ini.

Baca Juga  Gelar Donor Darah di 22 Titik, BAZNAS Kota Bogor: Komitmen Kepedulian

Sehingga, lanjut Fahira, generasi bangsa atau anak-anak muda sekarang harus tahu dan memahami bahwa di masa lalu terdapat sebuah generasi yang masa mudanya dihabiskan untuk membebaskan negeri ini dari penindasan dan belenggu penjajahan dengan taruhan nyawa.

“Sejarah bangsa adalah salah satu pilar pendidikan karakter penting. Dengan mempelajari sejarah perjalanan bangsa beserta tokoh-tokohnya, berbagai nilai dari semua tokoh tersebut mulai dari religiusitas, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, bahkan demokrasi akan menjadi inspirasi generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (*)

Baca Juga  Headline Nasional | RUU Omnibus Law Berpotensi Rampas Pendapatan Asli Daerah