KOTA BOGOR – Dihadapan ratusan jemaah shalat Jumat di Masjid Baitur Ridwan, Semplak, Kecamatan Bogor Barat, calon Walikota Bogor Achmad Ru’yat, menjadi khotib jumat. Dalam khotbahnya, Ru’yat menyampaikan tentang perubahan jaman saat ini yang harus dijalani sesuai dengan perintah Allah SWT, serta melaksanakan aktifitas produktif dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 

Setelah melaksanakan salat jumat, Ru’yat didampingi calon Wawalkotnya Zaenul Mutaqin, bersilaturahmi dengan para jemaah serta warga. Ratusan jemaah menyalami Ru’yat usai shalat , bahkan banyak yang mengajak untuk berfoto bersama serta shelfie. 

Warga juga menyampaikan apresiasi kepada  Ru’yat yang sangat menguasai ilmu agama, terbukti ketika ceramah sangat sejuk dan menginspirasi. “Ini figur yang nyantri dan mendalami ilmu agama. Sosoknya sangat memiliki pengalaman luas dan ilmu agamanya sangat tinggi. Sangat tepat dan pas apabila menjadi pemimpin Kota Bogor kedepan, ” ujar Andri salah satu jemaah. 

Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kelurahan Situ Gede yang turut hadir, menyampaikan aspirasi serta dukungannya terhadap pasangan Ru’yat dan Zaenul di Pilwalkot Bogor. 

Baca Juga  Headline Bogor | KAMMI Bogor Bersama Kodim Kota Bogor Berkolaborasi Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Ketua LPM Situ Gede, Eman Sulaeman menilai, sosok  Ru’yat merupakan orang yang tepat untuk memimpin Kota Bogor kedepan, karena pengalaman serta kemampuannya memimpin Kota Bogor sudah tidak diragukan lagi. Calon Wawalkotnya Zaenul Mutaqin merupakan tokoh masyarakat Kota Bogor yang sangat potensial, dan bagi warga Bogor Barat sangat bangga dengan majunya Zaenul di Pilwalkot ini. 

“Kami sebagai warga sangat mendukung pasangan Ru’yat dan Zaenul di Pilwalkot nanti, karena mereka memang layak dan pantas memimpin Kota Bogor ini. Kita juga siap  bekerja keras dan berjuang untuk memenangkan mereka di pemilihan nanti,” ungkap Eman. 

Senada, warga Kecamatan Bogor Barat, Eli menuturkan, Kota Bogor yang semakin maju dan berkembang, membutuhkan kepemimpinan yang sinergis. Ru’yat dan Zaenul Mutaqin adalah sosok santri dan figur sangat dekat dengan ulama serta masyarakat. 

Baca Juga  Lagu - Lagu dan Kuliner Tradisional Meriahkan Halal Bihalal Minang Bogor Raya

Tokoh Kota Bogor yang sudah tidak asing lagi, Firman Sidik Halim, menuturkan, ketika Ru’yat menjadi khotib, terlihat kualitas ilmu aga yang dimilikinya. Pemimpin sering juga disebut khadimul ummah (pelayan umat). Menurut istilah itu, seorang pemimpin harus menempatkan diri pada posisi sebagai pelayan masyarakat, bukan minta dilayani. “Dengan demikian, hakikat pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang sanggup dan bersedia menjalankan amanat Allah SWT untuk mengurus dan melayani umat atau masyarakat. Insya Allah Pak Ru’yat dan Kang Zaenul menjadi pemimpin sejati,” ucapnya. 

Lanjut Firman, kepemimpinan adalah amanah, titipan Allah SWT, bukan sesuatu yang diminta apalagi dikejar dan diperebutkan. Sebab kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani rakyat. 

“Semakin tinggi kekuasaan seseorang, hendaknya semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat tidak salah dalam memilih pemimpin Kota Bogor di Pilwalkot nanti,” pungkasnya.

Erik