
KABUPATEN BOGOR – Ketua Umum Komite Pemantau Pembangunan. (KPP) Bogor Raya, H. Dudung Al-Karimi mempertanyakan ketegasan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor dalam menegakan peraturan terkait pembongkaran sejumlah bangunan tak berizin milik Yayasan Muztahidin Al-Ayubi yang dikenal sebagao Sekolah Bogor Center School (Borces)
Pembongkaran sejumlah bangunan tak berijin milik dari Yayasan Muztahidin Al-Ayubi direncanakan dilakukan pada Kamis (09/7) pagi ini, namun satuan penegak peraturan daerah itu hanya menyegel usaha komersil berupa water park.
“Bagaimana bisa, rencana awal yang katanya mau melakukan pembongkaran milik gedung sekolahan borcess, pas dilokasi Satpol PP hanya melakukan penyegelan dan memasang garis Pol PP line saja,” ujar H. Dudung.
Menurut H. Dudung, tak dilakukannya eksekusi pembongkaran itu di sinyalir penegak perda tak punya nyali.
“Enggak bernyali itu pol pp, atau memang ada permainan yang lain dengan pihak yayasan sekolahan tersebut,” paparnya.
Dudung juga berpendapat, jika ada suatu bangunan yang jelas-jelas tak mengantongi perijinan dari dinas terkait, lambat laun segel itu akan dibuka sendirinya oleh pemilik bangunan seperti yang telah dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Bogor terhadap beberapa bangunan milik sekolah Bogor Center School pada 18 Juni 2020 lalu.
“Kalau hanya menyegel nanti juga bakal di buka lagi itu segel, kan sebelumnya juga sudah ada penyegelan disana pada sekitar 18 Juni 2020 seperti yang beredar di dalam video youtube. Dan hal ini saya anggap juga hanya sekedar formalitas saja yang dilakukan Satpol PP Bumi Tegar Beriman ini yang terkesan tak bernyali,” jelasnya.
Selain itu, sambungnya, pelanggaran yang dilakukan pihak yayasan itu diduga sengaja melakukan kesengajaan dalam pembangunan water park. Dimana, yayasan Muztahidin Al-Ayubi rencana awalnya menempuh perijinan berupa pembangunan universitas, namun kini dibangun usaha komersil jenis kolam renang tersebut.
“Dari situ saja pihak yayasan sudah diduga dengan sengaja melakukan pembohongan dalam proses perijinan. Karena kalau tidak, kenapa ijin yang ditempuh mereka untuk universitas atau perguruan tinggi itu kini malah dibangun Boash Water Park,” imbuhnya.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !