KOTA BOGOR – Hari Rabu tanggal 7 Februari 2018 RSUD Kota Bogor meresmikan Gesung A ( Critical Area) dan pelayanan Cath Lab. Turut hadir dalam peresmian tersebut Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, unsur Muspida Kota Bogor, Anggota DPRD Kota Bogor, Kepala BPJS Kota dan Kabupaten Bogor, serta Direktur Rumah Sakit yang ada di Kota Bogor. Pelaksanaan pembangunan gedung A (Critical Area) sendiri pertama kali dilaksanakan dengan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Bogor pada bulan maret 2016 dengan memakan waktu 8 bulan Desember 2016 dinyatakan selesai.

Pembangunan RSUD Grand green hospital konsep, dengan material sehat dan nyaman, dengan 30% terbuka hijau serta dengan pencahayaan dan suhu udara yang baik yaitu dengan terlihatnya banyak jendela jendela di semua ruangan, Di Gedung A (Critical Area) sendiri mempunyai 3 lantai, untuk lantai 1 difungsikan untuk pelayanan persalinan serta Bank darah, untuk lantai 2 difungsikan untuk ruang operasi, dan untuk lantai 3 difungsikan sebagai ruang rawat inap pasien.

Ditemani Dirut RSUD Kita Bogor Walikota Bogor Bima Arya mengelilingi gedung tersebut untuk melihat fasilitas serta kesiapan dalam melayani pasien, saat ditemui awak media Walikota bertutur
“Gedung ini merupakan respon atas kondisi warga yang membutuhkan penanganan cepat dengan sarana dan fasilitas khusus, seperti NICU, HCU, PICU serta pelayanan Cathlab yang merupakan pelayanan untuk penyakit jantung, sedang yang kita ketahui penyebab kematian no 3 di Kota Bogor ini adalah jantung, sehingga warga yang sakit jantung tidak usah lagi jauh – jauh untuk penanganannya, walaupun masih ada kekurangan di beberapa tempat/ruangan seperti ruangan klinik yang masih agak pengap dan saya berharap kekurangannya ini bisa diperbaiki di pembangunan RSUD tahap 2,”

Baca Juga  Kapolresta Bogor Kota Terima Penghargaan Dari KPAI dan BKKBN

Untuk pelayanan Walikota Bima Arya menitipkan 3 kepada RSUD yaitu :

1. Sistem rujukan dan perawatan online yang jelas dan terintegrasi dari setiap rumah sakit ke RSUD bahkan dari Puskesmas.
2. Kualitas pelayanan terus dijaga sehingga tidak ada lagi keluhan dari warga.
3. Transparansi laporan keuangan atau birokrasi anti korupsi.

Roy