
KOTA BOGOR – Kemungkinan Kota Bogor di tahun 2023 ini, akan mengalami resesi tenaga pengajar. Pasalnya, 212 Tenaga pengajar akan memasuki masa purna (pensiun).
Hal pensiunnya tenaga pengajar tersebut, disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi kepada HeadlineBogor.com’, Selasa (31/1).
“Iya, ada 212 tenaga pengajar di SD, SMP dan SMA, yang akan memasuki masa purna. Mereka terdiri dari para Kepala Sekolah dan guru,” ujar Hanafi.
Menyikapi akan adanya kekurangan tersebut, jika dikaitkan dengan keputusan pemerintah pusat, bahwa di 2023 ini ada lagi penerimaan tenaga honorer, maka kondisi ini akan berdampak adanya kekurangan tenaga pengajar sehingga akan berpengaruh pada capaian target wajib belajar 12 tahun.
Hal tidak ada lagi penerimaan tenaga honorer, sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 49 tahun 2018, dan terbaru lewat surat edaran bernomor B/185/M.SM.02.03/2022 itu diundangkan pada 31 Mei 2022.
Menyikapi hal itu, Ketua DPD Partai Golkar, Rusli Prihatevy yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, berharap agar persoalan ini dapat cepat teratasi oleh pemkot Bogor.
(JAW)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !