Jadi, hal pertama yang perlu ditekankan dalam dunia pendidikan adalah kualitas keimanan manusia. Karena secepat apapun arus informasi yang terjadi, ketika seseorang itu memilki kualitas keimanan yang baik, akan tetap memegang kendali ditengah arus itu, oleh karena apa yang menjadi orientasi dan sandaran nilai hidupnya juga bersifat tidak berubah-ubah (tetap).
Kemudian faktor yang kedua yaitu ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan, alam dengan segala rahasia yang terkandung didalamnya ini dapat dimengerti termasuk fenomena-fenomena sosial. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan merupakan modal yang perlu di usahakan dengan sungguh-sungguh oleh manusia dalam menjalankan kehidupannya. Karena ilmu pengetahuanlah yang akan menjadi modal manusia dalam melihat fenomena sosial yang ada. Dalam memperoleh ilmu pengetahuan, manusia dapat mengusahakannya melalui pendidikan.
Karena dalam pendidikan ada proses transfer ilmu pengetahuan, baik dari lingkungan keluarga, lembaga pendidikan berjenjang, maupun kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler seperti organisasi. Bahkan di era digital ini, dengan bantuan smartphone untuk memperoleh ilmu pengetahuan dapat di akses dengan mudah. Jika hari ini suatu bentuk permasalahan itu selalu berkaitan satu dengan yang lainnya (complexity), maka tekanan pendidikan harus mempu mendorong peserta didik untuk memperluas wawasan ilmu pengetahuannya yang tidak hanya pada satu bidang tertentu. Dengan demikian, dunia pendidikan mampu mengahasilkan kualitas manusia yang siap mengahadapi kompleksitas permasalahan yang terjadi di era ini.
Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah kreativitas (daya cipa). Kreatif dalam menciptakan sesuatu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kreativitas manusia dapat dibangun dengan kemampuan membaca situasi dan kondisi masyarakat yang ada. Kemampuan membaca situasi-situai di era VUCA ini, seseorang mesti dididik dalam ketidaknyamanan (suatu kondisi yang selalu ada permasalahan didalamnya).
Karena dengan situasi pendidikan seperti itu seseorang akan terlatih dalam memecahkan segala bentuk permasalahan. Oleh karena itu, dunia pendidikan harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang tidak nyaman bagi peseta didik sebagaiman telah disebutkan tadi. Salah satu usaha kongkrit dalam menciptkan suasana seperti itu adalah sebuah organisasi. Karena dalam wadah organisasi seseorang akan dihadapkan kepada berbagai persoalan dan dituntut untuk dapat mengatasinya.
Jadi, pendidikan mesti mampu mendorong manusia untuk berusaha memperoleh kualitas keimanan yang baik, transdisipliner ilmu pengetahuan, dan daya cipta yang tinggi sebagai dasar pandangan hidup seseorang dalam menghadapi era Volatility, Uncertainity, Complexity, dan Ambiguity ini.
Referensi :
Majid Nurcholish. 2019. Islam Doktrin dan Peradaban : Sebuah Telaah Kritis tentang Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemodernan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Santoso Ilmi G. 2018. Seminar Leadership in VUCA Era Indonesian House Keepers Association. 07 Januari 2019. https://actconsulting.co.