
“Kami mendoakan keluarga korban semoga diberi kesabaran dan ketabahan dalam menjalani ujian ini, serta para korban yang meninggal diterima di sisi Allah dan khusnul khotimah,” pungkas Bagus.
Selain itu, Bagus mengajak semua untuk mendoakan para korban yang masih dalam perawatan atau luka-luka segera diberikan kesehatan dan pulih kembali.
Sedangkan untuk Pak Kodir, salah satu penyelamat anak-anak tersebut, semoga apa yang sudah diperbuat jadi amal soleh beliau,
“ACT juga menganugerahkan gelar pahlawan kemanusiaan, santunan uang tunai dan bantuan sembako,” tambah Bagus.
Dari kesepuluh keluarga korban dari ACT memberikan santunan dengan total 20 juta rupiah, dan 3 juta rupiah untuk Pak Kodir.
Adapun data terakhir dari kesepuluh korban hanyut Sungai Sempor diketahui bernama Sovie Aulia, Arisma Rahmawati, Nur Azizah, Latifa Zulfa, Khoirunisa, Evita Putri L, Fanesha Dida, Nadine Fadila Khasanah, Yasinta Bunga, dan Zahra Imelda. Kedua korban terakhir yang ditemukan, yaitu Yasinta Bunga dan Zahra Imelda.
Tragedi hanyutnya ratusan siswa-siswi SMPN 1 Turi berawal dari latihan pramuka yang digelar pada Jumat (21/2) lalu, dengan kegiatan berupa susur sungai. Tetapi secara tiba-tiba dari arah utara sungai, banjir bandang setinggi 1-2 meter menerjang, kemudian menghanyutkan ratusan peserta susur sungai tersebut.
(Nasrudin – ACT)