
“Kita akan siapkan materi komunikasi dan kita siapkan juga skema kolaborasinya, baik itu melalui BUMD kita seperti Food Station atau melalui program-program kita seperti Jakpreneur sehingga suasana ini yang kita harapkan pola kerja sama lebih luas dan banyak lagi,” tambahnya.
Selain itu, Gubernur Anies berharap dengan terbangunnya kerja sama antardaerah ini, maka akan membuat kontraksi ekonomi yang sempat dialami Jakarta akibat pandemi, akan bangkit bergeliat kembali.
“Sekarang kami sedang menggenjot dan mencoba menghidupkan kembali kegiatan perekonomian. Kita coba manfaatkan momentum stabilitas pengendalian COVID-19 untuk peningkatan kegiatan perekonomian,” jelas Gubernur Anies.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Acep Purnama memaparkan bahwa potensi wilayahnya adalah keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun para pelaku UMKM di Kuningan mengaku memiliki kesulitan akses ke pemasaran produknya, diharapkan kerja sama ini nanntinya akan membuka jalan kepada pasar yang lebih luas.
“Di Kuningan ada sekitar 45 ribu UMKM per hari, ini berdasar perizinan yang kami berikan, dan akan sangat relevan jika pemberdayaan UMKM berjalan karena di sini tidak ada industri. Jadi tantangannya adalah pemasaran terhadap produk UMKM kami,” tandasnya. Selain UMKM nantinya kerjasama antar antardaerah ini juga akan menyasar sektor produk kebutuhan pangan hingga wanawisata. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !