Lanjut Petrus, langkah strategis yang dilakukan BNN ada tiga, yaitu strategi Soft Power Approach, Hard Power Approach, dan Smart Power Approach.
“Dalam strategi Soft Power Approach, BNN juga melakukan pemberdayaan masyarakat, salah satunya dengan program Alternatif Development di 14 desa yang berada di Aceh dan 128 desa kawasan rawan narkotika. Strategi Hard Power Approach, BNN bersinergi dengan aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku kejahatan tindak pidana narkotika agar mendapatkan hukuman maksimal. Pada tahun ini BNN telah mengungkap 107 jaringan sindikat berskala nasional dan internasional dari 126 jaringan yang berhasil dipetakan, ujar Petrus.
“Pada strategi Smart Power Approach, BNN memanfaatkan penggunaan teknologi informasi di era digital dalam upaya penanggulangan narkotika,” tutup Petrus.
Barang bukti yang disita dari tahun 2020 hingga pertengahan tahun 2021, tercatat sebanyak 3,52 ton Shabu, 5,91 ton Ganja, 87,5 Ha ladang ganja, dan 515.519 butir ekstasi yang banyak diselundupkan oleh sindikat melalui jalur laut.
Dalam puncak peringatan HANI tahun ini, BNN melakukan pemusnahan barang bukti narkotika dari berbagai kasus yang diungkap sejak April hingga Juni 2021, yaitu sabu seberat 1,39 ton, ekstasi sebanyak 74.340 butir dan ganja seberat 437,27 kilogram. (*)