KOTA BOGOR – Tahun 2022 yang baru saja berlalu, Kecamatan Bogor Tengah telah menuntaskan sekurangnya 600 Open Defecation Free (ODF) tempat Buang Air Besar (BAB) termasuk paket Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Dalam wawancara khusus dengan Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid di ruang kerjanya, Selasa (17/1) dijelaskannya, bahwa ODF itu adalah BAB sembarangan.
Jadi dengan menuntaskan pembangunan sebanyak 600 unit, diharapkan setiap individu dalam komunitas sudah tidak lagi buang air besar sembarangan, karena pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat, akan sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit.
Pembangunan ODF di wilayahnya, menurut Wahid “Satu paket dengan RTLH. Dan kelurahan yang sudah tuntas ODF nya adalah Kelurahan Pabaton.
“Kemudian target di 2023 ini, kami akan fokus di kelurahan Babakan,” ungkapnya.
Ditambahkannya, berkaitan dengan usulan rencana pembangunan di tahun 2023 ini, sesuai dalam musrenbang nanti, di wilayah Bogor Tengah akan di prioritaskan masing-masing kelurahan dapat di realisasikan sekitar 100 ODF dan RTLH.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Gedung Putih, rencananya agenda musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) di kecamatan Bogor Tengah, akan di gelar pada 25 Januari 2023 mendatang di Jln Dewi Sartika, Pasar Anyar.
Dipilihnya Pasar Anyar, menurut Wahid, “Agar seluruh peserta termasuk dinas-dinas terkait mengetahui detail kondisi pasar Anyar, sehingga sarana prasarana yang diperlukan terkait keberadaan PKL (pedagang kaki lima) jadi langsung sinkron,” ungkapnya.
Menyikapi musrembang yang akan diadakan di Pasar Anyar, disikapi sinis oleh Mahpudi, anggota DPRD dari partai Gerindra.
“Saya kurang setuju jika agenda tersebut dilaksanakan di pasar. Memang tidak ada lagi tempat yang mumpuni ? Lagian jika disana kan, berarti PKL tidak bisa berjualan dong ? Coba jangan PKL yang jadi sasarannya, tapi kita carikan solusi relokasinya yang sesuai dengan kondisi semua pihak.
(JW)