Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, BES sengaja digelar sebagai upaya percepatan pembangunan di wilayah perbatasan. Agar akselerasi pembangunan infrastruktur dan laju percepatan ekonomi di daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bogor bisa cepat tumbuh.
“Akan ada delapan isu strategis yang akan dibahas pada forum BES ini, yaitu pembangunan Jalur Poros Timur Tengah (PTT) atau Jalur Puncak Dua, pengembangan Kawasan Berorientasi Transit (TOD) pada impul LRT, pengembangan Kawasan Berorientasi Transit (TOD) pada simpul Kereta Api, pembangunan Jalan Khusus Tambang, pengembangan Twin Geopark Pongkor-Ciletuh, penanganan Das Kali Bekasi, penghubung Tol Cimanggis-Cibitung, serta pengendalian banjir di Kawasan Hulu,” terangnya.
Lanjut Syarifah, BES menjadi sarana membentuk kekuatan yang lebih besar yang berasal dari masing – masing daerah untuk dapat disinergikan menghadapi ancaman lingkungan/permasalahan yang rumit. Kesempatan berbagi pengetahuan (knowledge), keterampilan bahkan informasi untuk dapat mencapai kemajuan yang lebih baik; Meningkatkan daya saing dan nilai jual dari masing – masing daerah. Serta memperkecil bahkan mencegah terjadinya konflik.
“Kami berharap dengan sinergitas dan kolaborasi yang dikemas melalui BES. Dapat mendorong terwujudnya hubungan yang berkesinambungan dan saling menguntungkan. Khususnya pada bidang ekonomi, sosial, infrastruktur dan sebagainya. Sehingga Borderline Economic Summit ini sebagai media promosi peluang dan potensi investasi bersama Kota & Kabupaten kepada Investor,” tukasnya. (*)