KOTA BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Tim Satgas Pengawasan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Bogor meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yasmin di Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kamis (9/10).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh prosedur dan standar operasional (SOP) pelaksanaan program MBG di Kota Bogor berjalan sesuai ketentuan. Langkah ini juga menjadi upaya pencegahan, mengingat di sejumlah daerah lain ditemukan kasus keracunan pada penerima MBG.
Dalam peninjauan itu, Dedie Rachim menyampaikan bahwa dapur SPPG Yasmin telah memenuhi seluruh syarat dan standar kesehatan. “Untuk di Kota Bogor, kita pastikan semua persyaratan terlaksana, untuk dapur sehat juga harus diperhatikan standar-standarnya. Setelah kami meninjau, terlihat bahwa SPPG Yasmin Curug Mekar ini sudah memenuhi syarat dan memiliki nilai IKL sebesar 95,4 dari 80,” ujar Dedie.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bogor akan terus melakukan pengawasan, pemantauan, dan evaluasi terhadap seluruh SPPG yang beroperasi. Sejak Juli lalu, Pemkot telah membentuk Satgas Pengawasan MBG yang terdiri dari berbagai unsur dan dipimpin langsung oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.
“Jadi terus dilakukan monitoring langsung, pendampingan, dan memastikan bahwa semua standar yang harus dipenuhi benar-benar terlaksana sesuai ketentuan,” tambah Dedie.
Ke depan, Satgas MBG Kota Bogor juga akan berkoordinasi dengan tim pengawasan dari provinsi yang baru dibentuk. Dedie menekankan agar tidak ada lagi kasus keracunan di lapangan. Ia juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG untuk memiliki mekanisme pelaporan dan penanganan cepat jika terjadi kasus, mulai dari pemeriksaan sampel hingga penentuan penyebab.
Diketahui, Dapur SPPG Yasmin melayani 20 sekolah dengan total 3.600 siswa, serta memberikan layanan gizi untuk posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Saat ini, Kota Bogor telah memiliki 35 SPPG aktif dan menargetkan jumlahnya meningkat menjadi 45 SPPG pada 2026–awal 2027.
“Target kami, seluruh SPPG sudah lengkap dan beroperasi pada 2026–awal 2027 sudah ada dapur lengkap,” jelas Dedie.
Ia juga menambahkan, secara mekanisme, setiap dapur tidak boleh melayani wilayah dengan jarak lebih dari 6 kilometer, dan proses distribusi makanan tidak boleh melebihi 4 jam setelah dimasak.
Dedie berharap, melalui program MBG, anak-anak di Kota Bogor dapat tumbuh sehat dan menjadi generasi emas yang unggul. Dalam peninjauan tersebut, Dedie turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, beserta jajaran dan unsur TNI-Polri.