PALEMBANG – Pembangunan pabrik bahan baku bioavtur berbasis energi terbarukan di Kabupaten Banyuasin semakin mendekati tahap realisasi. Menjelang pelaksanaan ground breaking, pemerintah pusat, provinsi, daerah, serta pihak perusahaan menggelar rapat koordinasi guna memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Ground breaking pabrik PT Green Power Palembang (GPP) dijadwalkan berlangsung pada 20 Januari 2026 di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.

Rapat persiapan digelar di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin, 12 Januari 2026. Pertemuan tersebut dihadiri Asisten II Pemprov Sumsel Basyaruddin Akhmad, Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim, Kepala DPMPTSP Sumsel Lusapta Yudha Kurnia, Kepala Bappeda Sumsel Regina Ariyanti, serta jajaran aparatur di lingkungan Pemprov Sumsel.

Baca Juga  Headline Nasional | KPAI Temukan  Praktek Jual Beli Kursi Pada PPDB 2019, Dari 6 Sampai 20 Juta Rupiah

Dari pihak perusahaan, hadir Wakil Direktur Utama Pettah Aminu, Direktur Operasional PT GPP Masakazu Takano, dan Direktur Teknik Nobukazu Hiura. Sementara inisiator proyek pembangunan bioavtur dari Indonesia Japan Business Network (IJBNet) diwakili oleh Direktur Eksekutif Solihin dan Koordinator Keuangan Mochamad Budiman.

Dalam rapat tersebut, kondisi infrastruktur jalan menuju lokasi pabrik menjadi salah satu fokus utama. Akses jalan sepanjang 4,4 kilometer dinilai masih membutuhkan pembenahan, terutama sekitar 600 meter ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Baca Juga  Headline Nasional | Komisi VIII DPR RI Dorong Kota Bogor Jadi Pilot Project Revitalisasi KUA

“Perlu koordinasi yang intens antara PT Green Power dan PUPR agar jalan ini segera diperbaiki. Apalagi jika pimpinan daerah ingin meninjau langsung lokasi, akses harus benar-benar siap,” ujar Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim, dikutip Rabu (14/1).

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan ground breaking, mulai dari kesiapan akses hingga kelancaran kegiatan di lapangan.