BANYUASIN – PT Green Power Palembang (GPP) secara resmi memulai pembangunan pabrik Crude Coconut Oil (CCO) melalui seremoni peletakan batu pertama (ground breaking) yang digelar di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (20/1). Pabrik ini akan difokuskan untuk memproduksi CCO sebagai bahan baku bioavtur.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, Bupati Banyuasin, serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Pembangunan pabrik CCO ini merupakan realisasi kerja sama bisnis penyediaan bahan baku bioavtur yang digagas oleh IJBNet. Proyek investasi ini dapat terlaksana setelah melalui tahapan feasibility study serta rangkaian persiapan yang dimulai sejak tahun 2021.

Baca Juga  PPATK Ungkap Nilai Transaksi Panji Gumilang Capai 15 Triliun

Pabrik CCO tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Green Power Development Jepang (GPDJ), PT Amin sebagai mitra lokal, serta PT ABE Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melakukan Ground Breaking pabrik CCO dari kelapa non-standar. Ini adalah pabrik CCO untuk bahan baku bioavtur yang pertama di dunia. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari semua pihak, terutama Bapak Gubernur Sumatera Selatan, Bapak Bupati Banyuasin, Kemenko Perekonomian, Kemenperin, Bappenas, BKPM dan lainnya,” kata Suyoto, Ketua Umum IJBNet.

Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 3 hektare dengan total area bangunan pabrik mencapai 9.500 meter persegi. Proses konstruksi ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada April 2027, dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 500 orang.

Baca Juga  Danrem 061/Suryakancana Pimpin Langsung Pembersihan Jalan Akibat Gempa Cianjur

Dalam tahap operasional, fasilitas produksi tersebut ditargetkan mampu menghasilkan 30.000 ton CCO per tahun atau sekitar 100 ton per hari. Nilai investasi awal proyek ini mencapai Rp310 miliar.

Selain membuka lapangan pekerjaan, keberadaan pabrik ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan industri tersebut juga diproyeksikan berkembang menjadi sentra industri baru, tidak hanya untuk pengolahan CCO, tetapi juga pengembangan berbagai produk turunan kelapa bernilai tambah.

Tahapan ground breaking ini sekaligus menjadi bukti bahwa program-program IJBNet dapat direalisasikan sesuai rencana berkat kekompakan pengurus serta dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. (DR)