Headline News | Gunung Merapi Erupsi, Tinggi Kolom Erupsi 3.000 Meter di Atas Puncak

Pagi tadi Gunung Merapi kembali erupsi yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 103 detik. Teramati asap berwarna kelabu dengan tinggi kolom erupsi 3000 meter di atas puncak. 

Letusan – leutusan abu ini sudah terjadi 13 kali sejak September 2019 yang menandai intrusi magma baru. Dampak lontarannya berada di sekitar puncak sehingga tidak membahayakan  manusia di luar radius 3 km dari puncak Merapi.

Berdasarkan WHO, sampai saat ini belum ada bukti bahwa abu vulkanik bisa menghancurkan/mematikan virus COVID-19. Abu vulkanik dapat membahayakan masalah kesehatan yaitu masalah pernapasan, masalah mata, iritasi kulit, iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, penyakit seperti bronkitis, dan ketidak-nyamanan saat bernapas. 

Oleh karena itu, protokol pencegahan penyebaran COVID-19 harus tetap dilakukan dengan melaksanakan penjarakan fisik. Tetap ikuti arahan pemerintah tentang tatacara pencegahan penyebaran COVID-19 ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan beraktivitas seperti biasa. Selalu ikuti informasi dari sumber yang terpercaya. Informasi aktivitas G. Merapi dapat diakses melalui radio komunikasi, telepon, media sosial BPPTKG, dan aplikasi MAGMA Indonesia.

Sumber : BPPTKG