BOGOR – Dalam rangka World Clean Up Day (WCD) 2019, PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. (“Indocement”) menginisiasi Gerakan Bersih-bersih Sampah pada hari ini, Jumat (20/09). Gerakan massal ini melibatkan sebanyak ± 250 orang, yang terdiri atas kolaborasi beberapa pihak, mulai dari Direksi dan karyawan Indocement, kontraktor rekanan Indocement, karyawan PT Pembangunan Sarana Perkasa (“PSP”), karyawan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (“KAI”), karyawan PT Cibinong Central Industrial Estate (“CCIE”), warga masyarakat Desa Lulut dan Bantarjati, serta komunitas WCD Indonesia.

Karena WCD 2019 bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional 2019, maka kegiatan WCD tahun ini mengambil tema “Cleanup for Peaceful Indonesia” yang diharapkan menjadi momentum persatuan seluruh masyarakat Indonesia untuk bergotong-royong dengan damai. Gerakan Bersih-bersih ini dilakukan di jalur sepanjang 1,2 km di akses jalan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Nambo, Desa Bantarjati–Lulut, dengan titik penumpukan sampah di beberapa lokasi lahan milik PSP, Indocement, KAI, dan CCIE. Estimasi volume sampah yang akan dikumpulkan sebanyak 120 m3, yang akan diolah di fasilitas Biodrying Indocement sebanyak 80 m3 dan sisanya 40 m3 di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

Selain menginisasi Gerakan Bersih-bersih, Indocement juga memasang spanduk larangan membuang sampah dan CCTV untuk memonitor warga yang sering membuang sampah di kawasan tersebut. Direktur Indocement Antonius Marcos mengatakan, “Kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan Indocent atas permasalahan sampah yang terjadi di sepanjang akses jalan tersebut. Untuk mencah agar sampah tidak menumpuk kembali, maka diperlukan adanya kerjasama yang kuat di beberapa pihak terkait, mulai dari pengawasan, pengangkutan sampah secara berkala, monitoring sampah, sampai dengan evaluasi. ” Indocement “Akrab” dengan Sampah Indocement merupakan peruahaan yang akrab dengan pengelolaan sampah.

Baca Juga  Cap Go Meh Bogor Secara Resmi Dibuka Oleh Zulkifli Hasan | Headline Bogor

Pada September 2018 Indocemen telah menandatangani perjanjian dengan PT Jabar Bersih Lestari, pemenang tender pgelolaan Tempat Pengelolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut Nambo untuk membeli hasil akhir TPPAS berupa Refused Derived Fuel (RDF) untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif di proses produksi semen. Indocement telah lama memanfaatan bahan bakar alternatif dari biomassa seperti sekam padi dan serbuk gergaji serta ban bakar alternatif dari sumber limbah lainnya seperti sampah rumah tangga, sampah plastik dan ban bekas.

Pada 2018 lalu, Indocement menggunakan 157.820 ton bahan bakar alternatif dalam kegiatan produksinya. Indocement Kompleks Pabrik Citeurep juga memiliki fasilitas pengolahan sampah rumah
tangga dengan teknologi bio-drying. Sampah yang diolah berasal dari masyarakat desa sekitar dan sampah dari Indocement. Hasil akhir berupa RDF kemudian dimanfaaatkan kembali oleh indocement sebagai bahan bakar alternatif.

Baca Juga  Headline Nasional | Aksi Bela Indonesia, Bersama Jaga Natuna

Indocement Goes to Community
Bagi Indocement, kegiatan pagi ini juga merupakan bagian dari program “Indocement Goes to Community (“IGTC”)”, sebuah program mana Direksi dan karyawan Indocement, bersama dengan masyarakat desa mitranya berbaur dan bahu-membahu melakukan aksi sosial kemasyarakatan. IGTC adalah wujud terciptanya hubungan yangharmonis antara Indocement dengan
masyarakat. Karena bagaimanapun juga perusaan membutuhkan suatu social license to operate, yang salah satu tolak ukurnya adalakeharmonisan antara Indocement dengan masyarakat di sekitar kompleks pabriknya untumenjamin keberlanjutan proses produksi semen.

Hubungan yang harmonis antara Perusahaan dengan masyarakat ini merupakan bukti nyata Indocement untuk memposisikan dirinya sebagai salah satu perusahaan semen kelas dunia yang berwawasan lingkungan dan tingkat keberlanjutan yang tinggi. Indocement secara konsisten terus melakukan berbagai program berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat desa mitra untuk terus bertumbuh bersama.

Program pemberdayaan masyarakat dirancang untuk dapat menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat sejalan
dengan komitmen penting lainnya yaitu pelestarian lingkungan untuk hidup yang lebih baik dan berkelanjutan sehingga dapat dirasakan oleh genera mendatang. (*)