
KOTA BOGOR – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) di sejumlah daerah, termasuk Kota Bogor, mendapat perhatian serius dari Pemuda Nasional (PemNas) Kota Bogor.
Sekretaris PemNas Kota Bogor, Nur Isman Iskandar, menyatakan bahwa kondisi ini telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat kecil, yang terpaksa mengantre panjang untuk mendapatkan gas 3 kg tersebut.
Nur Isman Iskandar menegaskan bahwa kelangkaan gas 3 kg ini menjadi catatan penting bagi pemerintah setempat. Menurutnya, Penjabat (PJ) Walikota Bogor harus segera mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi masalah ini.
“PJ Walikota harus turun tangan bersama jajarannya untuk melihat dinamika di masyarakat kecil yang saat ini kesulitan mendapatkan gas 3 kg. Mereka harus mengantre berjam-jam hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Senin (3/2).
Lebih lanjut, Nur Isman mengkritik kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat ini.
“Kebijakan ini sangat merugikan masyarakat kecil. Mereka yang menjadi korban utama akibat kelangkaan gas 3 kg. Pemerintah pusat harus mengevaluasi kebijakan ini karena justru menimbulkan masalah baru bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemuda Nasional Kota Bogor mendesak agar pemerintah pusat dan daerah segera mencari solusi untuk mengatasi kelangkaan gas 3 kg.
Mereka menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil, terutama dalam memastikan ketersediaan kebutuhan pokok seperti gas elpiji.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga memastikan implementasinya berjalan dengan baik. Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi korban dari ketidaktegasan pemerintah,” pungkas Nur Isman. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !