
JAKARTA – Demonstrasi penolakan RKUHP, RUU KPK, RUU Pertanahan yang terjadi sejak dua hari lalu menjadi sorotan publik, hingga berjatuhan korban dari mahasiswa yang menjadi atas tindakan yang diambil aparat Kepolisian.
Adalah Faisal Amir, mahasiswa Universitas Islam Al Azhar Jakarta yang menjadi korban bentrok di kawasan gedung DPR RI, Faisal dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi usai luka parah saat demontrasi.
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyayangkan dan mengutuk tindakan represif yang dilakukan aparat Kepolisian. Banyaknya korban diakibatkan tindakan represif yang diambil polisi.
“Kami mengutuk tindakan represif yang dilakukan kepada massa aksi, baik tanggal 24, 25 September 2019. Mahasiswa hanya dampak, jika polisi tidak represif tidak akan ada kerusakan. Semua diakibatkan tindakan yang diambil polisi,” kata Wasekjen PTKP PB HMI, Rich Ilman Bimantika.
Ilman menilai, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah gagal dalam mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, Presiden Jokowi dinilai sudah selayaknya mencopot Tito dari jabatannya.
“Intinya kami mendesak Presiden copot Kapolri, kejadian ini menunjukkan bahwa Tito Karnavian telah gagal dalam mengayomi masyarakat. Coba polisi tidak represif, tidak akan ada situasi yang memanas seperti itu,” tambahnya.
Tak jauh berbeda dengan Ilman, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Soziduhu Gulo menyesalkan sikap Kepolisian. Ia menilai gerakan siswa STM adalah bentuk kepedulian terhadap negara.
“Kami sangat menyesali tindakan represif dari Kepolisian terhadap adik-adik itu. Gerakan STM ini merupakan bentul kepedulian mereka terhadap negara, itu memberi isyarat bahwa mereka saja yang masih STM ikut bergerak melihat situasi bangsa belakangan ini apalagi mahasiswa,” ungkapnya.
Soziduhu mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopt Tito Karnavian dari jabatannya. Terlebih soal isu ambulans DKI yang dituduh membawa batu dan bensin. “Ya, copot Kapolri. Apalagi info yang di-share mengenai ambulans DKI yang membawa batu, padahal itu enggak benar,” kata dia.
Dikutip dari inilahsultra.com , mahasiswa yang meninggal tersebut bernama Randi. Pria berusia 21 tahun itu merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari. (*)