Lebih lanjut, menurutnya, relokasi akan dilakukan untuk rumah warga yang terkategori rusak berat maupun ringan. Hal tersebut dilakukan karena lokasi pemukiman warga terletak di sempadan sungai sehingga rawan banjir. Relokasi nantinya juga termasuk untuk membangun fasilitas umum dan ruang terbuka hijau.

Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin turut menyampaikan bahwa upaya serupa juga tengah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Namun di samping itu, sembari menunggu relokasi, masyarakat yang terdampk bencana sampai saat ini masih ditempatkan di beberapa titik lokasi pengungsian dengan memastikan fasilitas memadai yang tersedia.

“Untuk relokasi kita upayakan tetap di daerah mereka awalnya, hanya kita cari yang stabil. Kita sudah bekerja sama dengan beberapa lembaga untuk melakukan pengkajian agar lahan yang dipakai sesuai,” pungkasnya.

Baca Juga  Para Pemuka Agama Doakan Korban KM Sinar Bangun | Headline Bogor

Pemerintah pusat dalam hal ini juga akan memberikan bantuan untuk membangun hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak bencana. Adapun rinciannya, Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta rusak sedang, dan Rp10 juta rusak ringan.

Seluruh pihak yang hadir sepakat, termasuk Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Bencana dan Dampak Sosial Kemenko PMK Doddy Usodo HGS, Sesmenko PMK Y. B Satya Sananugraha, Deputi II Pencegahan BNPB, Tenaga Ahli Utama KSP, Dirjen Penataan Agraria, Kemen ATR/BPN, Direktur Perlindungan Perkebunan, Kementan, Direktur Pantai & Sungai, KemenPUPR, Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian DAS, KLHK, Ses. Dirjen CK KemenPUPR, Sekretaris Badan Litbang Kementan, Danrem 064/MY Serang, Dandim 0603/Lebak, Kalaksa BPBD Lebak, dan Kalaksa BPBD Bogor, Dandim BPBD Lebak, Kasrem 061/Suryakencana Bogor. (*)