Mudik Potensial mendorong Peningkatan Kasus Covid-19. Fakta ini tidak tertolak berdasarkan fakta sifat penyebaran Covid-19. Covid-19 menyebar melalui droplets yang dapat berpindah dari seorang carrier kepada orang lain yang terjadi melalui kontak fisik atau kontak dengan benda-benda terpapar virus dalam jangka waktu tertentu. Mudik pada dasarnya adalah silaturahmi. Ajang pertemuan antara keluarga dan kerabat. Silaturahmi tanpa kontak langsung sulit dilakukan. Pada kenyataannya, keluarga, merupakan tempat penyebaran Covid-19 karena di keluarga orang merasa aman dan mulai melepaskan prokes 5M.
Hal ini bukan hanya opini, kasus cluster penyebaran covid di tingkat keluarga telah banyak terjadi. Masih segar ingatan kita kasus keluarga artis yang terkena Covid-19 secara berjamaah sekeluarga. Kasus keluarga artis Ussy Sulistiawaty, 8 anggota keluarga terkena covid. Kasus keluarga artis Anang Hermansyah, 4 orang anggota keluarga terkena covid dan terakhir kasus keluarga artis Joana Alexandra, 10 anggota keluarga terkena covid. Kasus artis Joana Alexandra menyebabkan meninggalnya sang suami, Raditya Oloan. Mudik merupakan pintu penyebaran cluster Covid-19 di tingkat keluarga yang lebih luas, orang tua dan kerabat di kampung.
Mudik Mengancam Penyelenggaraan Pembelajaran Sekolah Tatap Muka. Syarat penyelenggaraan pembelajaran tatap muka adalah satuan pendidikan berada di kawasan zona hijau atau kuning. Lampiran Surat Keputusan Bersama Empat Menteri menyatakan “Satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA ORANYE dan MERAH berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional (https://covid19.go.id/peta-risiko), dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan”. Per 11 Mei 2021, kawasan resiko sedang (berwarna orange) tersebar hampir merata di Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Kawasan-kawasan ini tidak dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.
Kawasan dengan zona oranye berlaku untuk kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 6 hingga 10 rumah dalam satu RT selama seminggu terakhir. Kawasan ini dapat berubah menjadi zona kuning jika kasus konfirmasi positif Covid-19 menurun sebanyak 1 sampai 5 rumah dalam satu RT selama seminggu terakhir dan zona hijau jika tidak ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19. Inilah tantangan yang harus dihadapi pemerintah untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, menurunkan kasus konfirmasi positif Covid-19.
Tentu masih ada pihak yang berkilah mudik atau berziarah bukan satu-satunya penyebab penyebaran Covid-19. Tentu pula masih ada pihak yang berkilah dengan alasan wisata, pasar, mall dan restoran yang masih buka. Bahkan ada yang tidak mempercayai keberadaan Covid-19. Ranah kepercayaan di tingkat pribadi ini akan berhadapan dengan ranah kenyataan data dan fakta kasus konfirmasi positif Covid-19 pasca lebaran. Tentunya kita masih menunggu hasilnya nanti. Suatu hal yang pasti adalah pertaruhan mudik kali ini adalah pertaruhan antara tindakan saat ini dengan keberlanjutan rencana pembelajaran tatap muka. Akankah kita mempertaruhkan masa depan pembelajaran anak-anak demi kepercayaan di tingkat pribadi?.