KOTA BOGOR — Polresta Bogor Kota secara resmi memberangkatkan ratusan warga yang mengikuti program Mudik Gratis Idulfitri 1447 Hijriah. Pelepasan peserta mudik tersebut berlangsung di Jalan Dewi Sartika, kawasan Alun-Alun Kota Bogor, pada Senin (16/3).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang mengusung slogan utama “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Dandim 0606 Kota Bogor Kolonel Inf. Gan Gan Gandara, serta perwakilan DPRD Kota Bogor, secara simbolis melepas sekitar 300 pemudik.

Para peserta diberangkatkan menggunakan enam armada bus dengan tujuan dua jalur utama, yakni Jalur Utara menuju Semarang dan Jalur Selatan menuju Cilacap.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro menjelaskan bahwa program mudik gratis ini tidak hanya sekadar menyediakan transportasi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah mitigasi untuk meningkatkan keselamatan perjalanan.

“Ini adalah langkah mitigasi untuk memudahkan keberangkatan warga ke kampung halaman, sekaligus mencegah hal-hal yang tidak kita harapkan selama di perjalanan,” ujar Rio Wahyu Anggoro dalam sambutannya.

Ia menambahkan, berbagai persiapan teknis telah dilakukan secara matang, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi bus sebelum keberangkatan.

Baca Juga  Nunggu Rekom dari PDI-P, STS Jalin Komunikasi dengan PKB

“Kami juga menyiapkan takjil dan makanan yang disiapkan oleh Ibu Ketua Bhayangkari agar masyarakat bisa langsung berangkat dengan nyaman. Ini adalah wujud cinta dan kasih sayang pemerintah serta kepolisian kepada masyarakat Kota Bogor,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rio juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada para pemudik dan berharap mereka dapat kembali ke Bogor dengan semangat baru.

“Semoga kita kembali ke fitri dan nanti saat kembali ke Bogor, kita bisa bersama-sama membangun kota ini dengan ikhlas dan tulus,” tambahnya.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Polresta Bogor Kota dalam menyelenggarakan program mudik gratis bagi masyarakat.

Menurutnya, kepedulian Polri tidak hanya terbatas pada penyediaan transportasi mudik, tetapi juga mencakup aspek keamanan bagi warga yang meninggalkan rumah selama libur Lebaran.

“Fasilitas ini adalah bukti nyata kepedulian Polri. Bukan hanya menyiapkan kendaraan mudik, tetapi Polresta Bogor Kota juga menyiapkan tempat penitipan kendaraan roda dua dan roda empat di seluruh fasilitas milik Polri bagi warga yang pulang kampung,” jelas Dedie.

Ia juga menyebutkan bahwa selama masa libur Lebaran, Polresta Bogor Kota bersama Kodim 0606 akan meningkatkan patroli keamanan di kawasan permukiman warga.

Baca Juga  Headline Bogor | HMI Kota Bogor Desak Pemerintah dan DPR Batalkan UU Cipta Kerja Omnibus Law

“Ada patroli keamanan untuk rumah yang ditinggalkan pemudik. Ini bentuk sayang Kapolresta kepada warga Bogor,” ungkapnya.

Namun demikian, Wali Kota Bogor juga menyampaikan pesan ringan kepada para pemudik saat kembali ke Kota Bogor.

“Saya berharap bapak dan ibu berangkat sehat, pulang juga selamat dan bahagia. Pesan saya, jika kembali ke Kota Bogor nanti, jangan membawa sanak saudara tambahan untuk tinggal di sini,” canda Dedie sembari mengingatkan pentingnya pengendalian kependudukan.

Program mudik gratis ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu peserta, Wahyu, warga Bogor yang akan pulang ke Semarang bersama anaknya, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas tersebut.

“Saya berterima kasih sekali kepada Polresta Bogor Kota. Dengan adanya mudik gratis ini, perjalanan jadi lebih terjamin dan nyaman. Sangat membantu kami yang ingin berkumpul dengan keluarga di Semarang,” kata Wahyu.

Kegiatan pelepasan pemudik kemudian ditutup dengan pemeriksaan akhir terhadap kelayakan bus oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub). Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan slogan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” benar-benar terwujud hingga para pemudik tiba di kota tujuan. (DR)