KOTA BOGOR – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri dan buka Peringatan “Hari Tanah Sedunia atau World Soil Day ” yang jatuh pada hari 5 Desember 2019 di Auditorium Sadikin Sumintawikarta Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Jalan Tentara Pelajar 12 Cimanggu, Kota Bogor (05/12).
Syahrul Yasin Limpo menuturkan, berkaitan dengan hari tanah sedunia, ia mengajak masyarakat untuk bersama- sama memperlakukan tanah dengan baik untuk masa depan Indonesia.
“Tiga serangkai alam penopang kehidupan manusia seperti tanah, air, Iklim khususnya pertanian untuk menghasilkan pangan, sandang bahkan papan,” ujar Mentan
Mentan Syahrul pun menyebut bahwa peringatan Hari Tanah Sedunia ini diinisiasi oleh FAO baru dimulai tahun 2013, namun kenyataannya tanah sudah dieksploitasi dan dimanfaatkan manusia mengenal pertanian, bahkan dibutuhkan manusia sejak awal kehidupan.
“Begitu hebatnya hubungan tanah dan manusia, sebagai sumber kehidupan. Tanah berperan dalam produk biomassa, menyimpan dan merubah hara air, sumber daya hayati, habitat dan plasma nutfah. Bahkan menjadi lingkungan fisik dan aktivitas manusia yang berbudaya, termasuk arkeologi dan geologi. Kita harus bersyukur atas anugerah ini,” ungkapnya.Fungsi tanah adalah sebagai sumber kehidupan maka manusia perlu baik pada tanah agar mampu mengembalikan kebaikan pada manusia. “Kesewenangan pada tanah, akan menghukum kita. Perlakukan tanah secara arif, jangan merusak atau alih fungsi habitat. Kalau itu terjadi, alam akan menghukum kamu secara langsung atau tidak,” paparnya.
Dirinya mencontohkan lahan gambut yang salah dikelola, justru mendatangkan kebencanaan baru yaitu kebakaran hutan. Lahan gambut harus difungsikan dengan baik. Karena itu, pemetaan penting untuk bisa menyesuaikan fungsinya (lahan gambut-red).
“Saya mengajak Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk membimbing dari segi kajian agar lebih tepat, Mari sesuaikan ekosistem dengan analisa yang tepat dan kelitbangan yang kuat. Jadi menghasilkan sesuatu yang tidak merusak ekosistem namun bermanfaat bagi manusia. Pemetaan yang dilakukan harus menjadi pedoman khususnya dalam pemanfaatan gambut, jangan keluar dari analisa,” tukasnya,” pungkasnya.