KOTA BOGOR – Organisasi Kemahasiswaan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor menggelar audensi dengan Kasat Intelkam Polresta Bogor Kota, Rezky Kurniawan Syamsudin. (30/3).
Ketua Presidium PMKRI Bogor, Ferdinandus Wali Ate mengatakan, tujuan dari audensi ini guna memastikan keamanan dan ketertiban di lingkup Kota Bogor selama beribadah di gereja baik paroi maupun stasi.
“Dalam kesempatan ini pun, kami akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak hirarki
gereja dalam hal menjaga keamanan gereja agar supaya terciptanya suasana ketenangan dalam
beribadah. Bukan saja di hari besar menuju paskah dan Ramadhan akan tetapi bisa menjadi eskalasi panjang Kedepannya untuk terus melakukan pengamanan yang ketat,” uharnya.
Ferdinandua pun mengajak segenap masyarakat untuk tetap memperkuat solidaritas satu sama
lain, pro aktif menjaga ketenangan dan keamanan bersama serta memberi dukungan moral kepada pihak kepolisian serta para stakeholder, dalam mengusut tuntas terjadinya bom bunuh diri di gereja katedral Makasar.
Kasat Intelkam Polresta Kota Bogor, Rezky Kurniawan Syamsudin memastikan dalam perayaan menuju hari paskah agar berjalan dengan baik serta akan mendorong banyak pihak pengamanan anggota untuk selalu tetap berjaga-jaga di setiap area, dan memastikan memberikan rasa aman dalam perayaan ibadah serta suasana yang baik.
“Kami akan melakukan pola yang baik agar keamanan ini untuk terus dikawal dan dijaga di beberapa tempat ibadah, dan kami juga tidak melihat aliran-aliran dalam setiap pengamanan,” ucapnya.
Yonas J. Edowai Selaku Presidium Pengembangan Organisasi (PPO), melihat peristiwa bom bunuh diri ini, merupakan tidak wajar dan tindakan tidak manusiawi yang tidak bertanggung jawab. Masalah kemanusiaan merupakan masalah bersama sebagaimana sebagai makhluk sosial.
“Untuk itu, kami meminta kepada pihak yang berwenang segera mengatasi problematika ini dengan serius. Dan pihak keamanan yang ada di seluruh Indonesia upaya menjaga kenyamanan dan keamanan dalam melakukan ibadah Mingguan maupun kegiatan kegiatan gereja lainnya, untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi peristiwa hal yang sama. Kami berharap periswa seperti ini tidak terjadi lagi di daerah-daerah lainya,” tuturnya. (*)