KABUPATEN BOGOR – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bogor, selenggarakan lomba merangkai hand buked dari kain batik khas Jawa Barat (Jabar), yang diikuti ratusan Dharma Wanita perwakilan dari 40 Kecamatan, 34 Perangkat Daerah (PD), di Tegar Beriman, Kamis (24/10). Itu dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi penggunaan kain batik sebagai warisan budaya nasional. Serta dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun DWP Ke-20 yang jatuh pada 7 Desember 2019 mendatang.
Ketua DWP Kabupaten Bogor, Nurhayati Burhanudin mengatakan, kegiatan merangkai bunga dari kain batik selain menyambut HUT DWP Ke-20. Juga menjadi momen pembinaan seluruh anggota Dharma Wanita PD dan Kecamatan, untuk bagaimana meningkatkan kerjasama, inovasi dan kerjasama serta kualitas diri yang berdampak pada peningkatan ketahanan keluarga. Dengan pemanfaatan kain batik, ia juga mengajak untuk mengurangi penggunaan plastik dalam berkerasi.
“ Dengan persembahan hand buked kain batik ini, bukan hanya mengurangi limbah sampah plastik. Tetapi kainnya bisa dimanfaatkan kembali untuk pakaian, gendongan bayi dan lainnya. Karena kainnya utuh tanpa ada pemotongan saat merangkainnya. Inilah kenapa kami gunakan bahan dasar kain batik, kalau dari bunga asli tidak tahan lama, mudah busuk akhirnya jadi sampah. Kedepan kita juga akan lakukan pembinaan jemput bole ke dinas dan kecamatan Se-Kabupaten Bogor, ” ungkap Nurhayati
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteran Rakyat (Kesra) Kabupaten Bogor Raneldi Yushab Fiansyah menuturkan, inovasi merupakan upaya percepatan kemampuan para anggota Dharma Wanita Kabupaten Bogor dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bogor. Selain itu, inovasi merangkai bunga juga menjadi solusi alternative dalam rangka meningkatkan pertumbuhan pengrajin batik di Kabupaten Bogor.
“Kami sangat apresiasi kegiatan ini, ditengah kemajuan teknologi batik sebagai wariasan budaya nasional perlu dilestarikan. Tentunya dengan inovasi baru dan cara yang tidak biasa. Kegiatan ini juga bertujuan mendorong terwujudnya Karsa Bogor Maju dan Membangun, melalui kreatifitas dan inovasi,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Ketua DWP Provinsi Jabar merangkap Dewan Juri Lomba, Erna Dudi mengatakan, kegiatan itu menjadi wadah untuk berlatih dan berkreatifitas membuat hand buked. Dengan target mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, melalui kreatifitas yang dihasilkan.
“Kegiatan ini Provinsi sudah adakan, untuk kami tularkan ke Kabupaten/Kota Jabar. Saya sangat antusias, dengan banyaknya jumlah peserta dari Kecamatan. Kami berharap di Kecamatan juga bisa melakukan kegiatan yang sama. Untuk kriteria pemenang dinilai dari keindahan, kreatifitas dan kerapihan serta bahan yang digunakan, apakah semua bahan yang disediakan terpakai, juga banyaknya bunga yang dihasilkan,” tutupnya. (*)