BOGOR – Himpunan Mahasiswa Taliabu disingkat HMT adalah sala satu organisasi daerah yang dari Propinsi Maluku Utara Kabupaten Pulau Taliabu yang mempunyai cabang di Jabbodetabek. HMT adalah salah satu Organisasi perjuangan dan HMT juga berdiri secara independen.

Dalam dialog yang di selengarakan di Kota Bogor bertempat di Rasut, Rabu, 27 Desember 2019, dalam dialog tersebut, Himpunan Mahasiswa Taliabu (HMT) Cabang Jabbodetabek melihat Pemerintahan pulau Taliabu sedikitpun tidak pernah merasa resah melihat tambang yang berproses diluar batasan tambang, sehingga lahan masyarakat menjadi korban, keserakahan tambang semakin menjadi-jadi.

Baca Juga  Inilah Sebaran Penerima Manfaat Ramadan 1443 H Dompet Dhuafa

Keresahan masyarakat terhadap tambang yang berproses diluar batasan tambang, yang memiliki dampak negatif terhadap ekonomi masyarakat sekitar, yakni penghasilan perekonomian mereka akan terkuras dengan proses tambang diluar batasannya.

Pengelolaan tambang sendiri telah memakai jalan masyarakat untuk melakukan aktifitas, namun tidak ada kontribusi terhadap masyarakat. Jangankan bantuan buat perekonomian dan bantuan kehidupan masyarakat yang di salurkan oleh tambang, jalan saja harus berdarah-darah baru mendapatkan bantuan. itu juga mungkin sudah ada rasah kasian.

Baca Juga  Presiden Uji Coba LRT Pertama di Indonesia | Headline Bogor

Pekerja tambang pulau taliabu adalah bangsa asing yang menjadi perkerja utama dalam tambang tersebut. Kami melihat masyarakat pulau taliabu resah terhadap pekerja asing yang terdapat di pulau taliabu, mereka tidak melihat dan memikirkan masyarakat pulau taliabu yang sedang resah dengan proses kerja tambang diluar batasan tambang. Orang asing pedulih apa sama daerah orang.