KOTA BOGOR – Buka puasa bersama keluarga besar, Badra hadirkan Ustadz Yusuf Mansyur. Acara yang di kemas silaturahmi akbar, dengan seluruh partai pengusung dan relawan serta simpatisan Badra itu, diisi dengan pembacaan ayat suci al-qur’an dalam memperingati nuzulul qur’an. Lalu, pemaparan tausyiah oleh Ust. Maulana, sambil menunggu waktu berbuka puasa alias ngabuburit, acara diisi dengan pementasan group band lokal menyanyikan lagu-lagu religi.
Seusai melaksanakan shalat taraweh bersama, acara diisi dengan sambutan dari Bima Arya dan penyampaian tausyiah oleh Ust. Yusuf Mansyur. Dalam sabutannya, Bima mengatakan, momen pilkada ini bukan urusan menang atau kalah, tetapi harapannya ingin lebih mengedepankan persahabatan dan persatuan, menurutnya, jabatan apapun akan ada masa akhirnya, tapi persahabatan akan selamanya. “kita contoh akhlak mulia baginda Nabi Muhammad SAW, semoga dengan berkahnya nuzulul qur’an kita semua semakin di pererat tali silaturahmi nya,” ujar Bima, di aula saung Badra, Senin (4 Juni 2018).

Dalam tausyah-nya Ust. Yusuf Mansyur mengatakan, Eksistensi ibadah dibulan penuh keberkahan ini, harusnya lebih ditingkatkan dalam menambah amal sholeh, sang Ustadz mengajak jamaah untuk menjaga ukhwah islamiyah serta persatuan juga kesatuan dan kerukunan dalam beragama. “jangan sampai karena perbedaan politik kita bercerai berai.” tegasnya.
Politik pun mempunyai sisi strategis dalam kita menjalankan kehidupan, peranan politisi sangat berpengaruh untuk menjaga ketertiban. Sang ustadz memberi contoh upamanya jika harus mengimami shalat di istiqlal harus jadi presiden, tentu dirinya sangat bersedia, selain jadi imam jamaah shalat juga menjadi imam atau pemimpin negara ini. “itu mungkin saja, toh pemilihan presiden masih lama kan, siapa tau saya dipilih menjadi Wakil Presiden,” seloroh Ust. Yusuf Mansyur dalam tausyahnya, yang disambut tepuk tangan para penghadir.