Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa akan mendapatkan pembekalan mengenai format pendataan serta indikator verifikasi dan validasi. Dalam pelaksanaannya, mereka juga akan didampingi oleh aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Unand. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan BNPB.

“Kami Universitas Andalas berkomitmen terus menerus menjadi mitra, untuk menjadi solusi dalam proses pemulihan ataupun dalam proses rekonstruksi pascabencana yang terjadi di negara kita,” tuturnya.

Baca Juga  PPATK Ungkap Nilai Transaksi Panji Gumilang Capai 15 Triliun

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menambahkan bahwa hasil verifikasi dan validasi rumah rusak akan menjadi dasar dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi ke depan. Ia turut mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam proses tersebut.

“Ada 20 ribu lebih rumah rusak di Sumbar. Verifikasi tingkatan kerusakan, apakah rusak ringan, sedang, maupun berat ini penting untuk menjadi acuan dalam membangun hunian tetap nantinya,” jelas Mahyeldi.

Baca Juga  Headline Nasional | Kabupaten Bogor Terima Penghargaan Anubhawa Sasana Desa Dari Kementrian Hukum Dan HAM

Proses verifikasi dan validasi rumah warga dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Sabtu (3/1) dan ditargetkan selesai pada Rabu (7/1). (DR)