Headline Bogor | 70 Ribu Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kembali Terganggu Akibat Proyek Double Track

Rino menegaskan, pihaknya ingin melakukan perbaikan seminimal mungkin terganggu pelayanan kepada masyarakat, untuk itu pihaknya memilih waktu Senin (4/10) siang. Karena Sabtu-Minggu lebih banyak dirumah pelanggan Tirta Pakuan.

“Saat perbaikan Senin, pukul 05.00 WIB ditutup, mungkin air berhenti Senin siang. Kami benar hitung, supaya masyarakat tidak terganggu secara signifikan. Kalaupun begitu kami siapkan kondisi paling baik bagi kita, ada alternatif lain. Kendala pipa besar pecah, pengisian tangki jadi sedikit,” tegasnya.

Rino menjelaskan, koordinasi dengan kontraktor double track lancar, kebutuhan perbaikan terpenuhi, mereka terlibat dalam proses perbaikan. Memang kondisinya pipa selaku menjadi korban, karena pipa tidak terlihat dipermukaan. Jangankan di double track banyak yang bocor karena projek infrastuktur di wilayah Kota Bogor.

Post ADS 1

“Pada intinya kami terus berkomunikasi dengan kontraktor double track, karena ini jumlah pelanggan terganggu sekitar 70 ribu, tapi kami persingkat waktu terganggunya,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Teknik (Dirtek) Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf mengatakan, kesiapan ini material sendiri berdasarkan pengalaman, terkait galian sudah dilakukan, pemasangan tidak memungkinkan dihari kemarin karena tahanan tidak kuat. Air akan mati dua hingga tiga jam, saat perbaikan penggalian membali dibutuhkan dengan luas 3×3 meter kedalam 1,5 meter.

“Untuk memasang dua jam, besar harapan kami Senin (4/10) pukul 13.00 WIB bisa diselesaikan kalau tidak ada kendala. Air dua tiga jam bisa ke IPA Dekeng, pukul 18.00 WIB air bisa mengalir kurang lebih proses 12 jam. Mudah-mudahan proses ini bisa berjalan lancar tidak ada kendala. Kami siapkan 14 mobil tangki, untuk pelanggan zona 4 dan sebagian zona 3 yang terdampak, ada beberapa pengisian tangki yang kami siapkan yaitu Bogor Liek Side, Jalan Pandu dan Siliwangi,” jelas Ardani.

Di tempat yang sama, Direktur Umum (Dirum) Tirta Pakuan, Rivelino Rizky mengatakan, pihaknya sudah menyewa 10 mobil tangki dari eksternal dan meminta bantuan dari PDAM sekitar. Sudah berkoordinasi dengan camat-camat diwilayah yang terdampak, mereka membantu menyampaikan kepada warga agar menampung air dari kemarin.

“Sehingga saat kami stop produksi, masyarakat sudah siap dengan menampung air,” ujarnya.

Manager NRW & Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan, Nasrul Zahar menjelaskan, nanti pasca perbaikan air tidak langsung mengalir, tolong disampaikan ke masyarakat ada pemulihan biasa satu minggu, tapi diusahakan bisa pulih empat hari kedepan. Teman-teman trandis disiapakan dititik-titik untuk buang angin terjebak didalam pipa.

“Kami sudah jadwalkan pemulihan, membuang udara yang terperangkap. Mudah-mudahan pemulihan tidak begitu lama,” pungkasnya. (*)

Pages: 1 2Show All

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !